Waktumu semakin dekat, ketika kau memutuskan untuk memilih mengejar karirmu daripada menghabiskan waktu bersamaku. Aku tahu jika kau ingin memiliki masa depan yang lebih baik yang nantinya kau peruntukan untukku dan juga dirimu. Tapi, akankah cinta itu masih sama saat pihak ketiga menjadi dinding besar penghalang cinta kita? Akankah cerita kita menjadi bahagia saat pihak ketiga itu datang dan masuk dalam hubungan kita? Pihak ketiga itulah jarak dan waktu. Jarak yang menjadi penghalang kita bertemu dan waktu yang menjadi penghalang kita untuk berkomunikasi. Untuk itu aku merasa jika aku tidak akan bisa tanpamu.

Sekali lagi aku berpikir bahwa, keputusanmu adalah keputusanmu dan aku tidak memiliki hak untuk melarangmu dalam menggapai mimpimu, dan aku tidak ingin menjadi penghalang bagimu dalam melangkahkan kakimu ke depan. Aku dan dirimu telah banyak menghabiskan waktu berdua. Entah berapa banyak kertas yang telah kita gunakan untuk menulis cerita cinta kita, entah berapa banyak foto yang kita abadikan bersama dan entah berapa banyak tempat yang telah kita datangi berdua. Hal-hal kecil itu pasti akan membuatku rindu akan dirimu. Pantai menjadi favorit kita untuk menghabiskan waktu bersama. Menikmati deburan ombak bersama atau sekedar menikmati semilir angin pantai yang kadang membelai lembut wajahmu. Itu akan membuatku rindu.

Tapi waktu itu datang juga, dimana aku harus berpisah denganmu. Aku mencoba untuk mengikhlaskan kepergianmu. Itu pun karena kau pergi demi cita-citamu. Demi keluargamu, demi masa depanmu dan juga demi masa depan kita. Jika saat itu tiba aku tidak ingin menangisi kepergianmu, tapi aku juga tidak ingin melepas genggamanmu. Sangat berat yang kurasakan jika harus berpisah denganmu. Apakah kita nanti mampu bertahan? apakah cinta kita akan tetap sama ketika jarak menghalangi kita? Keraguan itu muncul begitu saja dalam benakku. Melihat tidak sedikit dari mereka yang menyerah dengan hubungan jarak jauh dan selalu gagal akan cinta yang terhalang oleh jarak dan waktu.

Ketika keraguan itu muncul dalam diriku, kau datang dan mengatakan ini padaku "Jika cinta itu datang untuk membuat kita terpisah, lalu untuk apa Tuhan mempertemukan kita dan membuat kita saling jatuh cinta?". Hal itu membuat aku berpikir kembali jika jarak tidak akan menjadi penghalang kekuatan cinta kita. Tapi, jarak itu kan menjadikan sebuah kerindukan yang membuat cinta kita semakin kuat. Dan aku akan menunggumu.Menunggu untuk kau datang kembali padaku. Memang terkadang menunggu adalah hal yang sangat berat untukku lakukan. Tapi, tidak ada pilihan lain bagiku. Untuk saat ini, untuk detik, ini keputusan yang tepat dalam mengisi waktukku tanpa adanya dirimu hanya dengan menunggu. Hingga tiba saatnya kau hadir untuk menggegam tanganku lagi, kau datang dihadapanku untuk memelukku. Jika sebuah takdir datang untuk membuat kita menyatu, bukan berarti jarak akan menjadi penghalang kita. Untuk itu cinta yang dibangun dengan sebuah ketulusan dan kepercayaan tidak akan pernah hilang, sekalipun jarak berada di tengah-tengahnya. Walaupun jarak menjadi dinding pembatas antara cinta kita berdua, pada akhirnya kepercayaan dan ketulusanlah yang akan menghancurkan dinding itu. Jadi, percayalah jika cinta ini akan abadi sekalipun jarak menjadi penghalang.