Saat aku jatuh cinta padamu, aku melakukan apapun agar kamu terkesan dan tertarik padaku. Ada yang menamakan masa tersebut dengan istilah pedekate atau penjajakan. Kata-kata sederhana atau sekedar ucapan sebagai bentuk perhatian sering kali kuberikan, seperti ucapan Selamat Pagi, Lagi dimana, Apa kabar, sudah makan belum, selamat tidur. Berbagai ucapan atau perhatian tersebut terkadang juga kau tanggapi dengan berbagai macam yang membuatku langsung menyimpulkan perasaan atau sinyal yang kau berikan.

Aku tidak memungkiri akan rasa ini yang sebenarnya untuk memiliki dan bersamamu lebih lama lagi dalam hubungan atau status yang lebih serius. Terima kasih atas sambutanmu yang cukup menenangkan hatiku, setidaknya aku tidak salah menilai jauh sebelum aku mengenalmu yang pernah berfikir bahwa kamu wanita cuek yang sering aku temui kemudian aku jauhi. Berawal pada sebuah pertemuan, rasa penasaran dan berlanjut pada sebuah pertemanan yang membuat kita semakin dekat dan tak jarang tertawa bersama.

Hai, sedang apa kamu sekarang ? sibuk kah ?

….(diam)

Maaf Jika Aku Menggangu, Aku sangat Merindukanmu

…. (diam)

Apakah aku salah jika memilihmu dan mengharapkan kehadiranmu di setiap hari-hariku? Marilah kita lanjutkan hubungan yang baik seperti saat pertama kali kita bertemu, aku enyapamu dank au tersenyum padaku. Taukah kamu, setiap senyum yang kau beri memberi semangat tersednri buatku menjali ahari-hari yang sulit ini. Namun, tiba-tiba kau seakan menghilang saat aku menjelaskan apa yang aku inginkan.

Kamu pernah bilang, Aku tak suka di bohongi (lebih baik jujur), aku ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain, aku tak ingin lagi menyakiti hati orang lain. Aku mendengarkan betul-betul kata itu, aku catat, dan ingin suatu saat aku buktikan. Inilah saatnya, aku ingin mengatakan sejujurnya, aku suka Anda. Senyummu, Candamu, dan perhatianmu seakan sulit untuk ku lepaskan dan ku hilangkan dari hidupku.

Advertisement

Kamu pura-pura seakan tidak terjadi apa-apa

Kita bersama seperti hari-hari biasanya

Bagaimanapu akau tunjukkan rasaku padamu

Kamu tetap saja, tak ada rasa

Taukah Kamu? setiap orang memiliki insting dalam dirinya, insting untuk menebak apa sebenarnya tak nampak oleh mata. Antara Wanita dan Pria Insting lebih kuat dimiliki oleh wanita, aku percaya. Seperti yang aku baca saat menulis artikel ini bahwa Seorang peneliti dari Italia, Dr Diego Maestripieri mengungkap fakta menarik bahwa wanita sebenarnya memiliki bakat alami untuk meramal. Apalah Bedanya Insting dan meramal, aku anggap itu tak jauh beda, itulah hebatnya wanita. Mengapa kau mencoba untuk melukai perasaanku, aku yang sebenarnya mulai lelah untuk mencari tambatan hati. Mengapa kau tak ingin mencoba untuk sekedar bersama? membuat orang di dekatmu bahagia dengan sedikit membagi cinta dan perhatianmu atapun sekdear senyum manismu?

Baiklah, sekarang sepertinya aku akan mulai menyimpulkan jawabanmu yang tak kau katakan padaku. Setiap pria juga selalu paham apa yang sebenarnya wanita harapkan, setidaknya akan tau diri bahwa kamu belum bias dimiliki. Jika sudah seperti ini, siapakah yang bias dikatakan Pemberi Harapan Palsu atau memang Aku yang Terlalu Berharap? sudahlah, itu tak penting lagi rasanya. Sekarang Aku sudah masuk dalam FriendZone Ruang Yang tak Ku inginkan.