Cici, begitulah panggilanku untukmu yang beranjak dewasa. Terkagum tentang nilai ketegaran, semangat dan persahabatan yang pernah kau torehkan, itu cukup mewakili sosok siapa dirimu bagiku. Kita biasa menghabiskan waktu sepertiga malam untuk sekedar bertegur sapa, membicarakan hal yang mungkin bukan tentang kita atau mungkin hanya sekedar pembicaraan satu butir berwana putih, melepaskan tawa dari penat yang terbelenggu setiap hari. Yang kini tak lagi kita lakukan.

Ku dengar kabar, dengan bangga ku melihat mu memakai toga hasil jerih payah dari pendidikan keperawatan yang diambil olehmu, tak lupa dengan senang hati ku mengucapkan selamat kepadamu “Happy graduation My little Barbie, Congrat For You, Big Wish” . tidak berselang lama kau menapaki karir di salah satu rumahsakit di Jakarta.

Senyumku kini semakin lebar. “Look….. it’s my friend” celotehku. Terpesona ceritamu yang sering menyejukkan jiwa, meski hanya lewat maya. Aku hanya berharap, apa yang kau jalani saat ini adalah jalan yang kau harapkan.

Empat hari yang lalu ku mendengar kabar yang membuatku tak percaya, kau terbaring lemas di ruang ICU atas penyakit yang di deritamu selama ini, ah ternyata kau menutupi penyakit mu sedari dulu. Sungguh aku masih tak percaya, meningat kau tau betul apa itu arti kesehatan.

Kabar terakhir yang ku dapat membuatku lemas seketika. Tepat di jam 12:11 siang hari senin kemarin, kau meninggalkan orang-orang terdekatmu, yang mengenalmu, menyayangimu untuk selamanya. Rasa sedihku yang tak bisa ku bendung, bulir air mata jatuh tak tertahan, gejolak rasa tak percaya pun ikut mengadu, tubuh yang sontak bergetar luluh perih hati ini melepasmu. Sungguh ini bukan lah kenyataan, ini hanyalah mimpi yang terlintas di hati kecilku. Tertenggun aku membaca berita kepergiaanmu.

Advertisement

Rasa penyesalan yang begitu amat dalam, aku pun tak sempat berbagi cerita tentang apa yang ku alami dan menjadi pembicaraan seperti biasa di sepertiga malam. Sungguh aku akan merindukan perbincangan ini.

Cukuplah setiap kenangan yang telah kita tanam, akan menjadi kenangan yang tumbuh subur selama lamanya, menyemaikan benih-benih cita diantara kita. Karena kita tak harus selalu disini, kita tak harus selalu bersama, kita harus melanjutkan langkah ini, mungkin ke tempat yang lain, yang siap untuk kita tapaki.

Terbangun ku pagi ini, kubuka mataku dari hitamnya tidur, kulihat cahaya itu menguak dara mataku, dengan sadar ku merasa, ternyata bungaku kini telah redup. berbahagialah bungaku, karena kau akan menemukan suasana yang baru, bukan disini lagi, tapi disana. Selamat jalan, I’ll always missing you little barbie.

Rest In Peace, Santi Junianti 07 Agustus 2017

R.A~