Setelah lama menjalin hubungan dengan sebuah komitmen, membangun sebuah keintiminasi dan melakukan ritual sakral menurut adat nenek moyang yaitu sebuah pernikahan, pasti keinginan untuk segera mempunya keturunan atau buah hati yang cerdas dan bisa dibanggakan. Nah, tidak ada anak yang luar biasa tidak didampingi oleh secara fisik dan psikisnya dalam menggapai kesuksesan mengaplikasikan softskill-nya dan ulet dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Inilah step by step mendidik buah hati kalian

1. Kenalilah karakteristik anak-anak kalian

Dengan memahami bagaimana karakteristik anak, kalian akan mengerti apa yang memang anak anda inginkan dan bisa memberikan keputusan yang baik untuk anak di masa depannya. Bagaiman cara kita dapat mengetahui bagaimana karakteristik anak kita? Nah, setiap perilaku dan sifat anak harus kita amati dengan totalitas bagaimana respon mereka terhadap lingkungan rumah, sekolah dan sekitarnya. Dengan itu, kita mengerti bagaimana karakteristik masing–masing buah hati yang berbeda.

2. Hilangkan cara mendidik permisif dan otorieter

Permisif? Tidak, janganlah terlalu membiarkan dan memberi kebebasan tanpa adanya batasan tertentu seperti cuek terhadap apa saja yang anak lakukan tidak ada nasihat ataupun komentar. Otoriter, inilah yang sangat bahaya jika orangtua menerapkan tipe ini yaitu orangtua memiliki sikap agresifitas dalam mendidiknya. Orangtua dalam tipe otoriter ini akan memerintah anaknya dengan sebuah paksaan.

Advertisement

Jika apa yang diperintahkan tidak sesuai dengan keinginan maka orangtua akan memarahinya bahkan memberikan punishment dan orangtua yang seperti ini akan memberikan kebebasan yang sedikit dengan batasan aturan yang begitu ketat. Dampaknya, anak akan sulit mengeluarkan pendapatnya bukan hanya itu, cara pengasuhan seperti ini akan berpengaruh dengan dunia luarnya, dia akan malu, tidak percaya diri, dan sulit menemukan softskill-nya.

3.Terapkan cara asuh yang otoritatif

Orangtua boleh khawatir tentang pergaulan anak-anaknya, namun tidak sampai paranoid terus-terusan ya. Orangtua harus menerapkan cara asuh yang bersifat otoritatif yaitu orangtua memberikan kebebasan terhadap kemauan si anak tetapi memiliki batasan-batasan tertentu yang sangat bijaksana dalam meng-action-kan-nya. Seperti anak boleh berkenalan dengan lawan jenisnya tetapi memiliki batasannya yaitu tidak boleh berduaan. Jika anak-anak diberikan stimulus cara mendidik seperti ini maka mereka akan mampu mengeluarkan sebuah pendapat dan mampu mengaplikasikan keinginannya dengan aturan-aturan yang baik.

4. Perkenalkan anak dengan control-self

Control-self atau ketahanan diri sendiri terhadap sebuah masalah yang dihadapi harus ditumbuhkan sejak dini, karena control-self ini adalah sesuatu yang tidak instan ada dalam diri anak namun butuh pelatihan dan percobaan terus menerus. Sebagai contoh, ketika anak harus menunggu lama demi mendapatkan makanan yang lezat tetapi anak boleh tidak menunggu dengan catatan tidak mendapatkan makanan yang lezat. Nah, dari sini anak akan mendapatkan pelajaran tentang pengambilan keputusan sehingga anak mampu memilh sesuai keinginannya sendiri dan bertanggungjawab atas pilihannya.

Nah, inilah step by step cara mendidik anak menjadi hebat dan membanggakan. Sudah tau kan? yuk dari sekarang kita aplikasikan step by step di atas tadi.

Semoga Bermanfaat readers.

Salam psikologi.