Malam ini tepat nya pukul 10.38, aku melakukan sesuatu diluar kebiasaanku.

Yah aku menangisimu, aku tahu kau pasti tidak percaya, bagaimana sosok gadis yang setangguh aku menangis karena perilaku mu terhadapku, aku sendiri juga tidak percaya akan apa yang aku sedang lakukan.

Saat aku bercerita tentang peristiwa diantara kita dengan sahabatku, aku bercerita dengan tersenyum, penuh tekad dan semangat, bahwa aku tidak akan berbicara lagi dengan mu hingga malam prom night (walaupun hal itu diragukan oleh sahabatku).

Awalnya aku rasa semudah itu… menganggap kau sebenarnya tidak memiliki pengaruh yang berarti, but damn youre such a pain in the ass bro.

Aku menyadari, kau satu-satu nya laki-laki yang berkata bahwa aku baik apa adanya, dan aku ingat perasaan itu, saat pada akhirnya, ada yang melihat kelebihan dan kebaikan ku ,walaupun hanya satu orang yaitu kamu .

Advertisement

Well, aku tidak akan berpura-pura ,kau tidak menduduki posisi special di sanubari ini, tapi siapa yang dapat menduga jika orang yang kau anggap menyayangi mu dapat memberikan rasa sakit yang sebegini kuatnya

Kau tahu? Awalnya aku berpikir, buat apalah menangis karena cinta , karena jujur aku belum pernah merasakan nya, kukira menangis karena hal yang disebut cinta itu hanya ada di sinetron picisan Indonesia, tapi aku berterimakasih kepada mu berkat mu aku dapat merasakan apa yang para gadis lain rasakan terlebih dahulu dibandingkan aku? Apa yang kau pikir aku lakukan? Aku berusaha mencari sudut pandang baru (positive thinking).

Sekarang aku tidak bisa tidur, memikirkan aku harus berprilaku seperti apa dihadapan mu esok harinya , padahal biasanya yang bisa membuat ku bingung seperti ini hanya ulangan kimia, matematika kalau tidak ya fisika .

Aku sedikit memberikan batasan antara diriku dan keluarga, pulang lebih malam dari pada biasanya, untuk ketempat ibadah dan menyendiri, menikmati secangkir kopi hangat dan sedikit pengalihan perhatian dengan menyicil tugasku yang lain dan tidak lupa mengintropeksi diri, dan pada akhirnya usaha yang melelahkan itu membuah kan hasil.

Aku menyadari, banyak orang yang mencintai aku, orang tua, teman, sahabat, guru-guru, dan terlebihnya ia yang merajut aku dalam kandungan ibuku , mereka semua pasti turut bersedih apabila mengetahui jikalau aku menangisi mu, mengagumimu, hampir menyebabkan aku melupakan siapa diriku sebenarnya, tapi sungguh aku berterimakasih, dengan peristiwa ini aku dapat melihat seutuhnya dirimu terlepas dari segala ilusi yang aku ciptakan terhadapmu, tapi yang paling penting adalah..

Terimakasih atas penolakan mu , justru karena itu aku memahami dengan sungguh bahwa aku ini sangat berharga dengan seluruh kelebihan dan kekuranganku terlepas dari apa yang kau dan orang lain pikirkan