Tahun 2017, tentu tahun ini berbeda dengan tahun sebelum 1945. Maksud saya pada tahun sebelum 1945, di kala itu masyarakat Indonesia sangat menderita akibat penjajahan dan peperangan. Mereka berjuang untuk melawan dan mengusir penjajah ke luar Indonesia.

Yang diinginkan penjajah tidak lain adalah menguasai dan mencari daerah teritorial karena Indonesia kaya akan SDA. Perjuangan masyarakat Indonesia sangat luar biasa. Melalui keberanian setiap daerah memberikan perlawanan hingga melahirkan Pahlawan-pahlawan bangsa. Nah tahun 2012 ini tidak lain adalah masa depan yang dipikirkan oleh masyarakat Indonesia pada tahun sebelumnya loh gaes. Dan inilah quote yang pantas..jreng-jreng….   

" Sekarang adalah masa depan yang kita pikirkan pada hari kemarin, dan besuk adalah masa depan yang dipikirkan dan dihasilkan dari tindakan saat ini "

Kita bayangkan jika pada tahun 1945 Indonesia gagal merdeka maka apa yang terjadi. Mungkin hari Senin bagi yang bersekolah tidak akan menyanyikan lagu Indonesia raya, atau mengheningkan cipta mungkin tidak ada yang dinamakan upacara.

Upacara yang diadakan pasca kemerdekaan dilakukan dengan serius dan hikmat karena pesertanya mengalami langsung peperangan yang terjadi, perjuangan yang mereka lakukan telah membuahkan hasil kemerdekaan. Ini merupakan salah satu cara menghormati perjuangan pahlawan dan masyarakat yang telah mati di medan perang.

Advertisement

Tapi semakin lama kehidupan saat itu dirasa semakin nyaman hingga sekarang, 2017 karena masyarakat tidak merasakan perang. Upacara yang menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia setiap senin tidak dilakukan lagi secara hikmat, tidak serius. Orang-orang seolah lupa apa yang dilakukan pendahulunya dulu. padahal sekali lagi Masa sekarang adalah masa depan dari masa lalu.

Dan ini versi penelitian penulis, Orang-orang sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing karena :  Kebutuhan 

Ya kita semua tahu jika kita tidak memenuhi kebutuhan maka kita akan mati. Tapi fakta yang terjadi sekarang adalah saat kebutuhan yang satu terpenuhi maka kita akan mencari kebutuhan lain yang belum terpenuhi, kita akan mengejar dan terus mengejar setelah terpenuhi maka kita kembali mencari kebutuhan yang belum terpenuhi seperti itu terus diulang-ulang.

" Keinginan manusia tidak ada batasnya, maka Manusia yang paling kaya adalah manusia yang pandai mensyukuri apa yang ia punya "

Permisalan - kita tahu sekarang Handphone bukan barang istimewa lagi, itu sudah menjadi kebutuhan pokok. Apa yang terjadi itu karena hal ini telah menjadi kebiasaan saat orang telah memiliki HP maka di benaknya akan muncul keinginan untuk memiliki sesuatu yang lain. Jarang yang mensyukuri apa yang telah dimiliki sebelumnya. Nah saat kita kehilangan HP maka apa yang muncul di benak kita : jreng-jreng

Nah penyesalan pasti datangnya di akhir, sudah fakta dan lumrah itu.. kita cenderung akan mengeluarkan semua amarah dan melampiaskan pada apapun yang ada di sekitar kita. Ya bagi mereka yang memiliki uang, mereka bisa membeli yang baru untuk menggantikan tapi bagi yang keuangannya pas-passan harusnya ini menjadi pelajaran baru kan gaes.

Sebenarnya Tuhan menasehati kita loh, bagaimana saat kita memiliki sesuatu pertama yang harus kita lakukan adalah MENSYUKURINYA. Kecenderungan Orang pada zaman sekarang saat berdoa mereka cenderung lebih banyak meminta, sedikit sekali yang berdoa mensyukuri apa yang sebelumnya sudah ia punya. 

Nah permisalan di atas baru HP (barang ciptaan manusia yang masih bisa digantikan), bagaimana dengan ciptaan Tuhan yang tak tergantikan 2 kaki yang kita punya misalkan, 2 mata sehingga kita bisa melihat, 2 tangan dengan 5 jari masing-masing untuk segala hal, sudahkah kita mensyukurinya? Saat kita kehilangan semua itu apakah bisa digantikan.

Begini kenyataannya - Banyak orang berpikir ini biasa karena setiap orang saling bertemu dan saat mereka melihat satu sama lain mereka berpikir memiliki sesuatu yang sama 2 kaki normal, 2 mata normal, Ini menjadi kebiasaan padahal faktanya banyak orang yang terlahir cacat, hanya memiliki satu kaki, tidak sempurna, tuli, berbeda dengan yang lain. Lalu bagaimana dengan kita yang terlahir sempurna.

Apakah kita menunggu bencana mendatangi kita hingga akhirnya kita sadar. Sekali lagi Masa kini adalah masa depan dari masa lalu dan masa mendatang yang belum kita tahu apa yang terjadi akan menjadi masa apa yang kita usahakan sekarang, itupun pasti tidak seratus duaratus persen sama dengan apa yang kita pikirkan.