Sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, Bbm, Whatsapp dll siapa yang gak mengenalnya? Jaman sekarang dari anak masih belum sekolah sampe orang lansia udah gak asing lagi dengan sosial media tersebut. Sosmed paling banyak digandrungi oleh para remaja yang sedang ingin mencari jati dirinya. Mereka berlomba-lomba meng-upload foto maupun status dengan trend terkini. Katanya sih supaya dianggap anak kekinian dan bukan kekunoan. Selain itu mereka akan berlagak sok ramah ketika di sosial media, supaya mereka punya banyak rekan. Tapi gak semua orang yang ramah di sosmed pada kenyataannya juga ramah, bisa aja mereka mlempem pada nyatanya.

Gak sedikit orang yang pribadi aslinya pendiam akan menjadi pribadi yang ramah dan sok asik ketika di sosmed.

Alasannya simple sih, seseorang yang pendiam mereka cenderung menutup dirinya. Bahkan mereka merasa susah untuk bergaul dengan orang lain. Tapi setelah adanya sosial media mereka dengan mudah mengakses informasi dari rekan yang berasal dari berbagai penjuru.

Mereka yang cerewet di sosmed akan mengalami nomophobia.

Sosmed mudah sekali diakses dengan smartphone, mereka yang terbiasa cerewet di sosmed akan terus-terusan men-scroll smartphone-nya tersebut, walaupun hanya sekedar cek notification.

Advertisement

Mereka yang cerewet di sosmed bisa jadi memang pribadi yang supel pada nyatanya

Orang yang cerewet di sosmed sangat memungkinkan dia merupakan orang yang cerewet juga pada pergaulannya yang nyata. Mereka sudah biasa cerewet dan supel di kenyataan sehingga mereka sudah terbiasa grapyak dimanapun diri mereka ditempatkan.

Jadi kesimpulannya, orang yang cerewet di sosmed belum tentu buruk kok walaupun pada kehidupan nyatanya mereka pendiam. Mereka hanya belum bisa menguasai diri mereka sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain. Mereka masih merasa kalau mereka akan salah ngomong atau salah tingkah. Gak ada salahnya bagi mereka untuk belajar komunikasi yang baik.