Senja bagiku bukan sekedar bergantinya biru menjadi jingga

Lebih dari sekedar tenggelamnya matahari

Karena senja selalu hadirkan cerita.

Senja selalu menawarkan berbagai cerita, membawa diri terbenam dalam rindu akan kenangan. Kemudian membawa kita dalam lamunan dan melambung jauh menuju hari-hari kemarin. Entah itu hari baik atau mungkin luka.

Sebenarnya banyak hal indah yang terjadi pada hari kemarin, namun sayangnya kita terlalu berfokus akan rasa pahit kemudian merasa terlalu lemah dan rapuh untuk berdiri dibalik semua permasalahan yang hadir pada hari ini. Kita terbenam begitu dalam akan semua luka yang telah terjadi selama ini, dan menjadikan hari kemarin sebagai alasan utama penyebab semua masalah.

"Coba aja aku dan dia tidak pernah bertemu, pasti engga akan terjadi seperti ini"

"Andai dulu aku lebih peka, mungkin kamu tidak akan terlewatkan olehku"

Advertisement

"Kalau aja aku lebih berani dan belajar lebih giat, bisa jadi aku sudah dapat beasiswa di luar negeri"

Dan berbagai kalimat pengandaian lainnya, sayangnya hanya akan semakin banyak penyesalan tanpa merubah apapun yang telah terjadi di hari kemarin. Namun ingatlah bahwa hari esok selalu menawarkan cerita baru.

Terkadang kita dihadapkan sebuah perkara dimana sebenarnya kita bisa menghindari hal-hal yang membuat kita tersakiti. Tapi kita tidak memilihnya pilihan itu, karena sebenarnya tidak akan ada seorang pun yang mampu menyakiti dirimu kecuali kamu mengijinkannya.

"Udah tahu pacarnya selingkuh, masih mau aja sih"

atau

"Cowoknya kan sudah berisitri kok mau-maunya jadi simpanan"

Diri kita sendirilah yang memilih berada di posisi-posisi itu. Namun hati sulit menerimanya kemudian pikiran akan membuat alasan-alasan untuk membenarkan tindakan-tindakan seperti itu. Terkadang kita mengijinkan diri kita untuk tersakiti demi menahan seseorang untuk tetap berada didekat kita. Tindakan yang bodoh memang, tapi itulah yang terjadi, karena cinta tidak buta hanya saja melumpuhkan logika.

Seringnya kita memilih pilihan-pilihan yang kurang pas, menuruti ego dan suara sendiri sehingga menciptakan ketidakseimbangan. Bahkan terkadang kita bersembunyi atau lari dari perkara tersebut. Padahal hal tersebut hanya memperburuk keadaan. beradaptasi dengan kehidupan, merubah sudut pandang, menari dalam hujan, berjalan di atas bebatuan. Meski sulit, akhirnya akan indah selama kita terus berlajar memilih yang terbaik

Sesungguhnya Tuhan dengan caranya sendiri mencoba memberitahukan pilihan terbaik melalui suara dunia, mungkin keluarga, sahabat, bahkan bisa jadi orang yang tidak dikenal sebelumnya. Menjadi bijak dalam memilih bukanlah perkara mudah, tapi setidaknya mencoba dan terus belajar, karena pilihan itu selalu ada.

Setiap manusia pasti pernah mengalami fase kehidupan dimana rasanya ingin mengakhiri kehidupan ini, namun begitu mudahnya kah kita menyerah setelah ratusan atau bahkan ribuan langkah kaki yang sudah kita lalui? Akan selalu ada ragu, cemas, khawatir dan takut dalam langkah pertama. Akan selalu ada risiko dalam setiap pilihan. Namun kita tidak akan pernah tahu sebelum mengambil risiko itu, karena diam tidak akan menjadikannya apapun. Bahwa risiko tidak selalu negatif, sukses adalah salah satu risiko jika kita berusaha keras. Menikah juga salah satu risiko ketika kita jatuh cinta.

Jangan sampai kita lupa bahwa hari kemarinlah yang membuat kita menjadi seperti sekarang ini. Semua memori yang pernah ada jatuh cinta, patah hati, gagal, tawa, tangis, bahagia, kehilangan, penyesalan, dan segala macam rasa yang pernah kita lewatilah yang akhirnya membentuk pribadi tangguh ini. Kita butuh semua rasa itu, sadarkah kalian bahwa ternyata sudah terlalu banyak rasa pahit yang pernah kita telan sejauh ini namun kita masih bisa berdiri hingga saat ini.

Ijinkan dunia bergerak atas diri ini dengan seijin-Nya, mungkin arus kehidupan tidak akan selalu tenang, sesekali ada ombak dan badai itu biasa. Namun selama kita memiliki orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita juga, semua pasti akan baik-baik saja. Rasa kesepian hanyalah sebuah ilusi pikiran, sementara sebenarnya selalu ada orang-orang yang ada dan ingin menemani.

Keluarga akan menjadi satu-satunya pintu yang akan selalu terbuka bagaimanapun keadaanmu. Dan juga jangan pernah meremehkan arti persahabatan. Karena sahabat merupakan rumah kedua bagi kita.

Hidup ini terlalu singkat untuk menjadi tidak bahagia, maka bahagialah. jadikan hidupmu pas menurut versimu.
Sibukkan dirimu dengan hal-hal positif yang membuatmu bahagia. jangan sisakan ruang dan waktu untuk kedukaan.
Cintailah dirimu sendiri.