Aku bukan ingin membencimu, justru aku ingin memeluk hatimu, membiarkan semua ceritamu dengannya lumer di telingaku, agak panas kedengarannya, sedikit menyakiti hati tapi aku tak keberatan.

Aku mau sedikit berkorban untuk wanita yang pernah di cintai lelakiku dulu.

Kamu bebas bercerita apapun denganku, betapa lamanya kamu menjalin hubungan, seserius apa kalian di masa lalu, seberapa banyak kenangan kalian dan bagaimana pada akhirnya hubungan kalian dikatakan selesai. Aku tidak keberatan mendengarnya, tapi aku ingin berbisik lirih di hatimu "hei disini ada wanitanya, wanita yang kini mendampingi lelakimu dulu, lalu meminta sedikit hatimu untuk merasakan ketidaknyamananku".

Sedikit bodoh memang, di saat semua wanita lebih memilih membenci masa lalunya, aku justru menyambutmu dengan baik. Aku hanya ingin mengerti, memeluk hatimu saat mungkin sangat dingin dan lelah. Aku ingin melihatmu dapat bebas terbang tanpa terus terbelenggu, melirik kami yang sedang jatuh cinta di pojok sana.

Ingatlah kemesraan kalian sudah melesat pergi. Keinginan untuk saling mencintaipun sudah sirna saat kalian memilih untuk berhenti. Lalu bolehkah aku memintamu mengerti? Setelah kami saling menemukan, bolehkah aku membahagiakan masa lalumu? Aku tidak pernah merebutnya, pertemuanku dengannya jauh setelah kalian memutuskan untuk berhenti berjuang.

Advertisement

Kuharap kamu tidak hanya melepaskannya, tapi juga merelakannya

Aku percaya hubungan kalian di masa lalu sungguh indah, agak sulit memang menghilangkan pesonanya yang seolah membuatmu sedikit lupa diri. Tak apa bagiku, asal jangan merusak hubungan ini dengan drama dan kebohongan. Cintamu memang tulus, hubungan kalian indah kala itu, tapi bila belum di restui semesta aku harap kamu mau berlapang dada menerimanya.

Kami sudah sepakat tidak akan memperdebatkan masa lalu, membiarkannya di sisi itu dan melihat hasilnya di hadapan kami, setidaknya aku percaya lelakiku bisa seperti ini hasil dari belajar bersamamu. Tenang saja bukan berarti kami menghapusmu, kami hanya meletakkanmu di tempat seharusnya.

Kini ijinkan kami saling menjaga dan mengasihi, merancang masa depan dengan lebih teliti dan membiarkanmu berdiri di pintu masa lalu. Aku tidak mau lagi mengijinkanmu jadi bahan perdebatan yang alot dengannya. Dan membiarkan dia semakin membencimu. Aku menyayangimu wahai mantan kekasih lelakiku? Tapi tolong kali ini aku tak bisa lagi mengijinkanmu berada disini. Percayalah aku akan membahagiakan laki-laki ini semampuku, dan tolong berhenti mengusikku.

Percayalah aku akan membahagiakan laki-laki ini semampuku.

Ceritamu dengan lelakiku sudah selesai, kini biarkanlah kami hidup lebih tenang. Dunia bukan hanya seputar kau dan dia di masa lalu. Di sini sudah ada aku partner masa depannya.