Sungguh elok sebuah ceritera yang mengandung banyak nasehat. Dan sungguh senang hati ini mendengar nasehat itu. Tak lain, tak bukan, semua itu hanya bisa ku dapat dari sosok beruban yang senang membagikan ceritera bijaknya.

Aku sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena sosok beruban yang ku kagumi masih diberi kesehatan oleh-Nya. Itulah dia, nenekku. Dialah orang yang senang membagikan ceritera-ceritera bijak padaku.

Dibalik kepandaian nenekku berceritera, ada satu hal dalam dirinya yang membuatku salut terhadapnya, yakni, kekuatan dan kesehatan yang masih ia miliki diusianya saat ini.

Bagiku, menjaga diri tetap sehat di usia seperti nenekku adalah impian banyak orang.

Nenekku telah memasuki umurnya yang ke 75 tahun. Namun, ia masih bisa beraktifitas dengan baik dan lancar. Ia masih bisa memasak, berolahraga, dan bahkan memimpin paduan suara nenek-nenek di tingkat kelurahan. Mengapa ia begitu sehat bugar? Mungkinkah ada rahasianya? Pertanyaan ini pun kusampaikan pada nenekku. Dan seperti biasa, ia memberi jawaban lewat sebuah ceritera. Ia menceriterakan tentang perjalanannya memperrsiapkan diri agar tetap sehat di hari Tua.

Advertisement

Saat berceritera, nenekku tampak lebih mirip ahli sejarah yang suka membandingkan dua jaman berbeda.

Memulai ceriteranya, nenekku membandingkan kehidupan masa mudanya dengan kehidupan anak muda masa kini. Ternyata, ada perbedaan mencolok yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Berdasarkan perbandingan jaman itu, Nenekku mengatakan bahwa “Rahasia sehat untuk anak muda jaman sekarang itu hanya satu.” Ku sempat tak percaya jika rahasianya hanya satu. Tapi, belum sempat ku bertanya, ia sudah melanjutkan ceriteranya.

“Anak muda jaman sekarang lebih senang berolahraga di atas motor. Kemana-mana naik motor. Jarak dekat pun naik motor”, kata nenekku. Perkataan nenekku itu menjadi teguran untukku yang sering menggunakan motor, meski jarak tempuh tempat tujuan cukup dekat.

Menurut nenekku, keseringan menggunakan kendaraan tak baik untuk kesehatan.

Pada masa mudanya, nenekku lebih senang berjalan kaki ketimbang menggunakan kendaraan. Hal ini wajar, karena pada masa itu, kelengkapan transportasinya belum selengkap saat ini. Kalau jaman sekarang, hampir semua orang mempunyai kendaraan sendiri. Namun, sampai sekarang pun nenekku tetap senang berjalan kaki. Meski terkadang aku menawarkan diri untuk mengantarnya, ia tetap memilih berjalan kaki. Baginya, berjalan kaki itu sehat dan menguatkan otot.

nenekku juga prihatin terhadap anak muda saat ini yang senang mengkonsumsi makanan serba instan.

Sangat jarang anak muda jaman sekarang yang menyukai masakan rumah. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, banyak makanan instan yang mengandung zat kimia, dan dapat mengganggu kesehatan kalau dikonsumsi secara berlebihan. Mungkin, karena itulah nenekku masih menyukai makanan hasil masakannya sendiri, terutama sayur-mayur.

Dan yang lebih membuat nenekku sedih adalah kecanduan anak mudah terhadap gadget.

Pada jaman nenekku, tidak ada yang namanya gadget. Pada jaman itu, mereka masih menggunakan radio dan surat-menyurat untuk mencari dan bertukar informasi. Tidak seperti jaman sekarang, hampir semua anak muda memiliki gadget sehingga mencari dan bertukar infromasi pun lebih gampang. Namun, menurut nenekku, penggunaan gadget yang tidak terkontrol, dapat mempengaruhi kesehatan, terutama kesehatan mata. Makanya, tak heran jika banyak anak muda saat ini yang sudah rabun di usia muda.

Akhirnya, aku pun bertanya, “Nek, tadikan nenek bilang rahasia hidup sehat itu cuma satu, tapi, ceritera nenek ini lebih dari satu.” Tanya saya menatap matanya.

“Kamu mau kemana-mana jalan kaki saat temanmu yang lain menggunakan kendaraan? Kamu mau, makan sayur-mayur saat temanmu yang lain makan daging dan makanan enak yang instan-instan? Kamu mau berkirim surat saat temanmu yang lain menggunakan gadget? Mau? Tidak kan? Pasti gengsi kan? Ya, begitulah. Kalau mau sehat, gengsimu harus bisa dikurangi terlebih dahulu., tegas nenekku mengakhiri ceriteranya.

Makasih, Nek, untuk ceriteranya..