Sabtu, setahun yang lalu. Berjalan berdua di tengah semilir angin alam kota Bondowoso. Menelusuri jalan kecil berliku diiringi nuasa hijau pepohonan dan hijaunya padi yang tumbuh bersemi. Canda tawa, senyum ceria menjadi bagian dari perjalanan kami. Sedikit bercerita tentang ini dan itu, di saat berbicara tentang cinta yang dirasakan berdua. Seakan alam dan perjalanan itu menjadi bagian dari saksi kita berdua, bahwa dunia ini hanya milik berdua.

Berjalan trus tanpa arah dan tujuan, hanya ingin berdua saja menikmati indahnya cinta yang sedang menghijau marau,cinta yang sedang tumbuh indah, seindah alam yang berada disekitar kita, seindah dan semempesona alam ini saat kecantikan dirimu berpadu dengan keindahan suasana alam siang itu.

Sampai pada akhirnya ,kita tak tahu harus kemana. Sambil bercanda dan tertawa, terbersit untuk menuju ke sebuah tempat, Bendungan Sampean Baru. Langsung saja, ide itu dilakukan begitu saja, sampai pada akhirnya kita tiba di Bendungan Cinta. Ya itu bahasa kita karena sedang dimabuk cinta.

Aku ingat saat itu,kamu mengenakan batik merah dengan style khas korea.Kamu begitu mempesona.Kecantikanmu benar benar menajdi satu dan berpadu dengan keindahan Bendungan Cinta yang saat itu begitu indah karena dirimu.hehehehe

Saat itupun, kau mengatakan bahwa dirimu begitu cinta dan sayang aku,bahkan perkataanmu saat itu membuatku sulit berkata tentang cinta yang aku rasakan juga. Hanya bisa sedikit bercanda dengan dirimu untuk menghilangkan grogi yang saat itu datangnya begitu besar seperti tsunami hati.betul gak ya?

Advertisement

Aaaaaah, sungguh indah saat itu.saat kau mengatakan cinta tidak hanya padaku,bahkan saat ada orang lewat diantara kita yang sedang bergandengan tangan.kamu mengatakan bahwa kamu cinta aku. Tidak hanya itu saja, bahkan kau juga mangatakan kepada rumput yang bergoyang,burung yang bertengger,pohon mangga yang menghijau, bahkan pada kambing yang sedang makan,kamu katakan pada mereka semua,bahawa kamu cinta aku. Untung saja, saat itu tak ada tawon yang cemburu saat kamu mengatakan cinta kepadaku. Kalau tidak, ya aku bisa disengatlah.

Begitu banyak hal yang dilakukan pada saat itu,bergandengan tangan layaknya anak SMA yang baru tau rasanya jatuh cinta. Bahkan sampai kita berlari lari kecil sambil kejar kejaran,duduk berdua dipinggir sungai sambil lalu menikmati indahnya pemandangan, bahkan aku juga harus menggendongmu saat kamu merasa lelah walaupun aku sendiri saat itu juga lelah. Tapi karenamu, rasa lelah itu tak aku rasakan.

Sungguh indah saat itu, saat cinta kita saling mengisi hati. Saat cintaku mengisi hatimu dan cintamu mengisi hatiku, dunia ini saat itu seakan benar benar hanya milikku dan milikmu.