Pertemuan kita memang tidak begitu istimewa. Kamu adalah sosok yang cuek. Dingin itu menurutku akan tetapi pertemuan kita tidak sampai disini aja. Aku dan kamupun sering dipertemukan karena kamu adalah atasanku dan aku adalah bawahanmu. Seiring berjalannya waktu, entah kenapa aku mulai terpesona dengan parasmu yang menghipnotis pikiranku agar selalu memikirkanmu. Paras indahmu menyihirku untuk menuliskan namamu dalam hatiku, bukan hanya aku aja yang terpesona dengan paras indahmu begitu pula dengan wanita diluar sana yang luluh setelah melihatmu dan akupun sadar banyaknya wanita yang berlomba-lomba mendapatkan perhatianmu bahkan mereka berlomba mendapatkan ruang kosong dalam hatimu.

Aku hanya bisa melihat dari kejauhan tingkah mereka yang berusaha mendapatkan perhatianmu dan aku bertanya pada diriku sendiri, aku bisa apa? Aku hanya perempuan biasa dan tidak menawan. Aku hanya bisa bersembunyi dibalik tembok dan sesekali melihatmu meskipun kamu tidak pernah melihat ke arahku. Meski perasaan ini naik-turun, akan tetapi dalam hatiku tetap ada namamu dan di pikiranku masih ada sketsa wajahmu dengan paras indahmu.

Terimah kasih Tuhan, Kau telah menciptakan makhluk yang begitu indah walaupun aku hanya bisa mencintainya dalam diamku, mencintainya dalam kesederhanaanku itupun sudah cukup bagiku tanpa adanya balasan atas perasaanku. Melihat senyumnya dari kejauhan sudah membuatku merasa bahagia.

Kau yang kini aku cintai dalam diamku semoga nanti engkau membalas apa yang aku rasakan ini. Bukankah ini hanya masalah waktu? Aku yakin di waktu yang tepat nanti, jika kita berjodoh, kita akan dipersatukan meski sekarang kita belum saling dekat ataupun saling sapa.