Tuhan mempertemukan aku denganmu merupakan satu hal yang TUHAN tulis dalam buku kehidupanku.

Salahkah aku? Umatnya yang mencintaimu dalam sebuah perbedaan agama ?

Aku dengan masjidku dan kamu dengan gerejamu?

Meski kau selalu setia menemaniku disaat beribadah ?

Tuhan seharusnya rasa cinta itu tak pernah ada. Jika dia bukan ditakdirkan untukku. mengapa kau berikan sebuah kenyamanan sehingga aku sulit melepaskannya ?

Advertisement

Dia seseorang yang selalu membuatku tertawa diantara kesedihan dan yang membuatku bersemangat di hari yang begitu buruk sekalipun.

Jika kau hanya mempertemukan aku dengannya dan mematahkan hatiku. Untuk apa aku harus bertemu dengannya ?

Salahkah aku bertahan diantara cacian orang tentang hubunganku dengannya ?

Apakah semua ini akan berakhir bahagia?

Atau kesedihan yang didapatkan dari hubungan ini. Seandainya cinta tak pernah hadir dari awal. Mungkin cinta beda agama ini tidak akan menggoreskan luka antara aku dan kamu.

Terimakasih kesempatan mengenal diri kamu, orang terbaik yang pernah aku temui dengan segala kekurangmu. Tuhan hanya mempertemukan kita sebagai sebuah pelajaran bahwa seseorang yang baik sepertimu akan selalu ada di dunia ini, selama aku terus baik dengan sesama.