Percayalah bahwa kepercayaan itu sangatlah mahal. Tak hanya berlaku untuk pasangan kekasih, tetapi juga dalam hubungan persahabatan, pertemanan, keluarga, rekan kerja dan hubungan lainnya.

Percayakah kamu? Ketika kepercayaanku telah terenggut oleh pengkhianatanmu, hubungan kita terasa kering. Apapun yang kamu katakan dan lakukan, selalu tak benar menurutku. Taukah kamu jika aku menjadi seperti ini?

Aku selalu berkata iya. Tapi hatiku berkata tidak

Ketika kepercayaan itu hilang, aku selalu berkata iya ketika kamu berusaha meyakinkan diriku.

"Beneran kok sayang. Aku sudah berubah. Aku gak pernah macam-macam lagi"

"Iya, aku percaya kok"

Advertisement

Tapi, taukah kamu bahwa ketika itu hatiku bergejolak. Aku benci situasi seperti ini.

Aku ingin melupakanmu lalu kembali mengenalmu

Ketika kepercayaan itu hilang, aku ingin memilih untuk tidak mengenalmu. Aku ingin mengulang semuanya dari awal, ketika aku baru saja mengenalmu, ketika aku baru saja jatuh cinta padamu, dan ketika aku memulai mencintaimu dengan kepercayaan yang penuh.

Aku merasa nyaman tidak menerimamu kembali

Sekarang kita hanya berteman. Aku memilih untuk tidak menerimamu kembali. Lagi-lagi karena alasan kepercayaan yang telah hilang. Ya, tanpa kepercayaan aku merasa percuma, hubungan kita tidak akan kokoh, keretakan akan dengan mudah mengintai hubungan kita, kecurigaan, kecemburuan dan salah paham akan dengan mudah merasuk pikiranku. Lebih baik seperti ini. Ya, seperti ini.

Aku masih sangat mencintaimu. Tapi taukah kamu? Aku tersiksa dengan cinta tanpa kepercayaan ini. Dan taukah kamu bagaimana cara mengembalikan si kepercayaan itu?