Definisi tentang Cinta tentu begitu beragam di dalam pemikiran setiap manusia.
namun sebagaimana yang telah kita ketahui, Cinta adalah sesuatu hal yang begitu indah meski terkadang menuai luka pada akhirnya.
Sudah berapa kali kah kita tengah merasakan kekecewaan yang di sebabkan oleh Cinta?
siapakah yang patut di salahkan dalam hal ini?
dia yang telah menyakitimu? ataukah dirimu sendiri yang telah salah dalam memilih?
Mari kita temukan jawaban itu bersama-sama.

Kesetiaan

"Kesetiaan adalah sesuatu hal terpenting di dalam percintaan
tanpa harus di pinta dan di janjikan, karena jika kasih sayang itu murni adanya
maka kesetiaan merupakan salah satu kunci terpenting bagi pemilik kesadaran yang selalu menghargai"

Menantikan keajaiban datang untuk mengubah seseorang yang tidak mampu "setia" kepadamu, Ibarat memungut duri di tengah hutan belantara, bukan hal yang mustahil namun harus berapa banyak waktu yang kau buang karenanya? Ini adalah kehidupan nyata, bukan drama ber-episode panjang yang penuh intrik dan berakhir kebahagiaan, pada kenyataannya, kebahagiaan itu bukanlah sesuatu hal untuk di tunggu, melainkan harus kau cari sendiri tanpa menunda hal yang sia-sia dan menutupi jalan kebahagiaan yang seharusnya telah kau gapai lebih cepat.

"Kenapa pasangan kita tidak setia?"
Penyebabnya mungkin karena dua faktor, Pertama hanya menjadikan kita sebagai pijakan sementara dan kedua, karena kesalahan diri sendiri yang tanpa di sadari.

Advertisement

"Kesalahan diri sendiri seperti apa yang menyebabkan pasangan kita tidak setia?"
Salah satu kesalahan kita sebagai manusia yang seringkali tidak di sadari adalah, keegoisan yang begitu tinggi untuk di redam dan terkadang sikap terlalu dingin adalah penyebabnya, maka jalan yang terbaik adalah mengakhirinya, kemudian berintropeksi diri untuk memantaskan diri sebelum kisah baru hadir kedalam kehidupan kita, tentu agar kejadian yang sama tidak lagi terulang.

Saling Memperjuangkan

"Cinta membutuhkan dua hati untuk di persatukan untuk saling berbagi kasih sayang dalam satu garis perasaan yang sama dan berjuang bersama-sama, bukan menjadikan kita sebagai budak untuk berjuang sendiri memberikan kebahagiaan, Kita artinya lebih dari satu orang, apakah pantas cinta itu berjuang sendirian demi sesuatu hal yang tidak menjamin kebahagiaan kepada kita?"

Berjuang dan memperjuangkan merupakan modal awal dari pembuktian tentang cinta, jika hanya berjuang tanpa di perjuangkan, sama seperti layaknya kita bekerja tanpa di bayar sedangkan kita membutuhkan uang untuk makan, bukan berarti harus saling menghitung apa yang telah di berikan, melainkan sejauh mana hubungan itu tumbuh menjadi lebih baik.

"Perjuangan apa yang pantas kita berikan?"
Bersama-sama menghadapi masalah dan mencarikan solusi terbaik merupakan hal yang mainstream namun sangat penting, hal ini terdengar biasa bukan? akan tetapi mampu menentukan masa depan hubungan itu sendiri.

"Bagaimana jika kita hanya berjuang sendiri, tetapi tidak sanggup meninggalkannya karena cinta?"
Hidup merupakan suatu pilihan, maka pilihlah yang menurut kita sanggup untuk menjalaninya, jangan lupa tentang konsekuensi yang akan kita terima kelak bahwasannya berjuang sendirian itu akan menimbulkan kekecewaan dan pesakitan yang begitu hebat pada akhirnya.

Bertindak Adil

"Kita hanyalah manusia biasa, yang ingin merasakan kasih sayang ketika kita telah memberikannya, perhatian kecil dan tawa di pagi hari adalah nada yang syahdu untuk mengobati kegusaran, andai saja kita tercipta sebagai robot yang di perbudak tanpa terawat, sudah pasti banyak komponen yang akan cepat rusak, ketahuilah kita hanya segumpal darah dan daging, memiliki perasaan dan hati, tidak selamanya kita mampu tegak berdiri, terkadang kita membutuhkan keadilan dalam saling mengasihi satu sama lain"

Saling memberikan perhatian, saling memberikan kepercayaan dan saling menjaga perasaan satu sama lain, adalah hal yang wajar di dalam suatu hubungan, namun tidak sedikit yang MERASA telah mampu melaksanakannya, terkadang tingkat "Ego" yang tinggi seakan-akan telah memberikan segalanya dan menimbulkan permasalahan di lain waktu, karena merasa telah "Benar" bersikap adil dalam memberikan kasih sayang, meski "kebenaran" bukan hanya di tentukan oleh satu pihak semata.

"Apakah maksud dari bertindak adil di dalam percintaan itu?"
Cinta tidak harus terbukti oleh kata-kata, cinta juga tidak harus terlihat dengan bersikap, dan lagi-lagi cinta tidak memerlukan sanjungan maupun perhatian, meski kita mengetahui manusia tidaklah "Sedingin" itu, kita bukanlah sebuah mesin yang terbuat karena otoriter, melainkan memiliki hati dan perasaan yang tentunya membutuhkan "Saling berbagi" jika memang memiliki perasaan yang sama.

"Bagaimana caranya agar pasangan mampu mengerti perasaan kita?"
Ungkapkan dengan tenang dan perlahan, jangan lupa lampirkan kesabaran di dalamnya karena sebuah proses perubahan diri tidaklah secepat kita mengedipkan mata,
Hingga sampai kepada hati yang telah mulai lelah, maka keputusan itu akan muncul dengan sendirinya, tidaklah penting mengungkapkan alasan kepada yang tidak ingin memahami, karena yang terpenting adalah merawat "Hati" kita agar tidak timbul rasa ingin membalas.

***

3 hal diatas mungkin sudah tidak asing bagi kita yang telah mengarungi perjalanan dalam kisah cinta yang berbeda-beda, seringkali terucap kata kebencian dan umpatan terlontarkan begitu saja ketika pasangan kita lebih memilih untuk mengakhiri sebuah hubungan, andai kita meneliti lebih jauh, tentu saja pasangan kita memiliki alasan tersendiri yang mungkin saja semua itu karena sikap kita yang tidak ingin mengerti selain hanya ingin di mengerti semata.

Kejujuran merupakan sesuatu hal yang sering kita tuntut kepada pasangan kita, tetapi tidak sedikit kita seringkali berbohong, walaupun bagi kita itu adalah hal yang "Biasa" percayalah, bagi pasangan kita belum tentu menjad hal yang harus di "Maklumi" secara terus menerus, cinta bukanlah memperlakukan seseorang seperti budak, melainkan cinta adalah sesuatu hal yang keterkaitan satu sama lain, layaknya kanvas dan pena untuk melukiskan sebuah keindahan bersama-sama.

Ketika kita berani menuntut sebuah kesempurnaan, maka kita pun harus siap untuk di "Tagih" oleh pasangan kita suatu saat nanti, bagaima pun juga cinta adalah pembelajaran, apabila kita hanya bisa menuntut tanpa bisa "Mengkaji" diri, maka sudah pasti keegoisan akan menjamin kehancuran di akhir cerita.

Dengan keterbukaan satu sama lain, kita dapat melatih bagaimana caranya memahami perasaan dari pasangan kita, tidak selamanya berdiam diri itu baik, terkadang kita harus berani mengemukakan suatu masalah atau kekecewaan kemudian memperbaiki semua itu secara bersama-sama, hingga dapat terangkainya satu jalinan kasih yang semakin kuat tanpa harus saling menjatuhkan..

"Jangan pernah menyalahkan cinta yang telah hadir dalam hidup, apabila mematahkan kembali hatimu untuk kesekian kali
terkadang semua itu harus terjadi untuk membatasi kesalahan yang selalu terulang, hingga alam telah meminta kepadamu
agar bergegas menyadari sebelum hatimu jauh lebih terluka dari sebelumnya…"

Tabik.