Setiap seseorang pasti memiliki cita-cita untuk masa depannya, bahkan kadang kala cita-cita yang ingin dia raih membuatnya lupa akan kewajiban utamanya.

Hai Suamiku…

Sebelum aku mengenalmu banyak sekali rencana dalam hidupku untuk kesuksesanku di masa depanku nanti. Menjadi wanita karir yang sukses dan lulus S2 itu adalah impian terbesar dalam kehidupanku, aku harus terus berkarir walau aku sudah menikah itu yang selalu aku katakan dalam diriku sendiri. Tapi itu dulu sebelumku mengenal dirimu…

Suamiku, taukah engkau banyak hal yang aku korbankan untuk menjadi istri yang baik untuk dirimu.

Semenjak aku mengenalmu dan menikah denganmu. Ya saat itu juga aku harus melupakan semua mimpiku dan menjadikan ijazah S1 ku menjadi pajangan di rumah.

Advertisement

Karena dirimu sudah mengingatkanku bahwa seorang istri yang baik adalah yang mampu memberikan seluruh waktunya untuk keluarga. Tapi setelah aku pikir kembali benar sekali pekataanmu. Kewajibanku saat ini hanyalah mampu memberikan perhatian full terhadap dirimu yang setiap detiknya berfikir dan berusaha membahagiakanku dan memberikan masa depan yang baik untukku dan anak-anak kita.

Walaupun aku tidak berkarir dan hanya mengurus keluarga kecilku aku sangat bahagia. Dan bersyukur telah diberi kesempatan untuk menjadi istri yang sebenarnya istri.

Walaupun banyak orang di luar sana yang bilang "Rugi sekali lulusan S1 tapi hanya mengurus suami dan anak. Tapi justru aku sangat bersyukur karena aku dapat melihat dan memberikan ilmuku langsung untuk anakku.