Di saat tidak mungkin bertahan, tapi tak sampai hati menggantikan, disitu terbesit dalam hati haruskah seperti ini jalan yang aku lalui? Pertanyaan terbesarnya adalah mau sampai kapan? Aku dengan segala kekuranganku mencoba ikhlas mendampingimu menerima semua resiko yang sedang terjadi dan yang menunggu didepan tapi pernahkah kau berfikir apa yang sudah kau lakukan padaku itu tanpa sengaja membuatku sedih tak kepalang mengingat dia yang dulu pernah ada tidak pernah memperlakukanku seperti itu?

Anganku melambung akan sebuah history lama dimana dua insan sedang dimabuk asmara mereka sama-sama menyayangi lelaki itu tidak hiraukan kata orang yang ia lakukan semua hanya untuk wanita yang ia cintai yang bersamanya saat itu. Walau tahu bahwa dia adalah wanita tangguh tetapi selalu ingin menjadi yang terdepan untuk wanita ini menggantungkan diri padanya “aku tahu kamu adalah wanita tangguh tapi izinkanku menjadi sebagian dari hidupmu” saat inipunku meneteskan air mata kala mengingat apa yang pernah dia ucapkan membuatku merasa diistimewakan dan menjadi ratu dari segala ratu.

Memang jahat rasanya bila aku membandingkan kau dengannya karna sejatinya tidak ada manusia sempurna aku paham dengan apa yang sedang kita jalani ini tapi pernahkah kau berfikir separuh jiwaku sudah melekat padamu kenapa kau sampai hati hingga aku meneteskan air mata. Aku tidak mau menggantikannya dengan sosok dirimu aku hanya ingin jatuh cinta padamu hanya padamu aku tidak mungkin bertahan dengannya dengan segala yang sudah kami lewati tapi aku ingin bertahan denganmu. Bukan sebagai pengganti karena sejatinya dia sudah menjadi kenanganku yang sewaktu-waktu terbuka hanya untuk menjaga tidak terulang denganmu. Pahamilah aku memang kurang pandai berkata-kata manis untuk sekedar menyenangkan hatimu tapi ku berusaha menjadi yang kau ingini aku akan terus belajar untuk kita.

Hey kau lelaki tangguhku, jangan sekalipun kau berfikir bahwa ini adalah sepele untuk hidupku.

Kau separuh jiwaku.

Kau cintaku.

Kau alasanku untuk selalu bertahan.

Kau satu-satunya rumahku untuk pulang.

Semoga apa yang kita jalani kali ini tidak berujung kesia-siaan yang menyulit hati dan mambakar jiwa, aku mencintaimu dengan seluruh kekuranganmu hingga saat aku tidak bisa membuka mata lagi.