Hallo kamu yang sedang berjuang meraih mimpi, apa kabar? Semoga kamu selalu dalam lindungan dari-Nya.

Apakah kamu tahu, caramu yang kalem dalam memandang hidup terkadang menggelitik hatiku untuk mulai terpesona denganmu? Kamu mengalir pelan seperti air, namun cukup menyejukan bagi sekitar. Pandanganmu tetang menjalani hidup juga sederhana. Let it flow. Cukup jalani saja. Kamu tak berusaha menahklukan hidup, namun belajar dari hidup. Sederhana untukmu, namun mengagumkan bagiku.

Sama seperti mu, aku pun tak suka “zona abu-abu”. Tapi aku tegaskan, ini bukan zona abu-abu. Karena apa? Karena aku menemukan warna-warna lain disana. Kadang ku temukan warna kuning. Warna yang membuat ku cukup tenang saat bersamamu. Kadang aku juga menemukan warna merah, warna yang membuatku semangat ketika mengingat tentang mu. Disana juga ada warna hijau yang memperbaiki mood untuk hari-hari yang melelahkan. Bahkan warna biru juga suka menyapaku ketika cemas dan merubahnya menjadi tenang. Dan masih banyak lagi warna-warna lainnya. Layaknya ada beribu pelangi di hati saat segala hal tentang mu hadir.

Bagaimanapun hadirnya rasa ini di luar kendaliku. Kamu yang membawanya dan aku tak mampu menolaknya. Entah mulai kapan, tapi cukup untuk aku rasakan. Sebagaimana rasa yang bisa datang kapan saja, kepada siapa saja dan bagaimanapun caranya. Rasa itu pun hadir dengan cara uniknya. Dengan humor, dengan suasana santai, dengan senja ataupun fajar. Siapa pula yang tahan jika digelitik terus menerus. Aku rasa semua orang pun akan ambrol bentengnya.

Lalu kenapa tak diungkapkan? Aku masih perlu lebih banyak lagi keberanian untuk mengungkapkan. Walau kata-kata “Klo cinta mah jangan kebanyakan mikir” suka menyerbu di pikiranku. Tapi apa daya keberanianku belum cukup meluncurkan kata-kata itu dari mulutku. Melihatmu, mendengarmu, dan berbicara denganmu masihlah cukup untukku.

Advertisement

Maafkan karena aku egois. Menyimpan sendiri rasa ini untuk diriku sendiri. Bukan karena aku tak ingin berbagi dengan mu, namun lebih baik untuk saat ini biarkan aku menyimpannya sendiri. Rasa itu memang diluar kendaliku, tapi sikap menanggapi rasa itu adalah kuasaku. Inilah sikap yang ku pilih, yaitu jatuh hati padamu dalam diam.