Untukmu seseorang di masa laluku, seseorang yang sempat sangat aku cintai.

Dulu kita adalah dua orang yang saling mencintai, menyayangi dan berbagi hal suka dan duka. Terasa begitu indah hari-hari yang kita lewati berdua bahkan kita sudah merencanakan hal indah untuk masa depan kita. Tetapi kita hanya manusia yang bisa berencana dan Tuhanlah yang menentukan segalanya. Masalah demi masalah kita hadapi sampai akhirnya perpisahan adalah solusi terbaik saat itu. Masalah terbesar yang kita hadapi adalah rasa cemburu dan curigamu yang berlebihan, aku rasa itu tidak wajar ketika semua orang disekitarku kau anggap sebagai pengganggu hubungan kita.

Jujur aku terluka dan kecewa dengan semua tuduhanmu, entah harus seperti apalagi aku menjelaskan dan membuktikan jika aku memang tidak pernah mempermainkamu dalam hal ini. Aku memilih kita berpisah bukan karena aku tidak mencintaimu lagi, aku hanya ingin kau bisa berfikir dan memahami apa yg sebenarnya terjadi dan aku berharap kau bisa merubah semua pikiran buruk tentangku.

Kau adalah orang yang selalu menyuruhku berpikir dewasa dalam hubungan tapi kenapa kau yang tak pernah bisa mempraktekan hal itu? Kau selalu menuduh berulang-ulang tanpa ada bukti yang jelas.

Sekarang kita sudah berpisah dan memilih jalan hidup masing-masing. Aku kira kau bisa mulai berpikir dewasa dan kita bisa baik-baik saja meski kita tak bisa bersama lagi. Tapi lagi-lagi aku harus kecewa dengan sikap mu. Kau mengarang cerita seolah aku yang bersalah dalam hubungan kita dulu. Kau tulis semua fitnah tentang aku di social mediamu, kau menghinaku, kau memberi citra buruk kepada ku. Apa sebenarnya salahku? Seburuk itukah diriku dimata mu? Kenapa kau membuat aku kecewa untuk kesekian kalinya? Entah aku harus bersabar sampai titik manalagi utnuk menghadapi sikap kekanak-kanakanmu? Kali ini aku benar-benar kecewa dengan apa yang kamu lakukan.

Advertisement

Semua yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan, apa kau tak pernah sadar akan hal itu? Kenapa sampai sekarang kau masih tidak bisa menerima perpisahan ini? Apa yang kamu inginkan dengan membuat status hinaan terhdapaku? Tak bisakah kau bersikap dewasa seperti yang sering kau ucapkan padaku dulu? Aku kecewa dengan semua ini, jujur saat ini aku menyesal mengenalmu, tapi aku sadar Tuhan sudah menakdirkan apapun tentang hamba-Nya. Aku terima apapun tentang perlakuanmu saat ini. Orang lain yang mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi tidak akan pernah peduli dengan apapun yang sudah kamu tuduhkan terhadapku. Kalau dengan menghina ku itu akan membuat mu bahagia maka lakukanlah. Tak ada yang bisa aku lakukan untuk menghentikanmu, aku hanya berharap Tuhan selalu memelukku dan menguatkanku.