Salah satu resolusi saya pada 2017 adalah lebih produktif dalam berkarya, salah satunya adalah menulis. Saya sendiri sudah lama mulai menulis jauh sebelum Hipwee muncul. Gairah saya mulai naik kembali ketika sudah menjadi kontributor dan bertemu teman-teman kontributor dalam program "Ruang Belajar" pada tahun 2016.

Saya mempunyai perhatian khusus terhadap postingan yang memiliki share mencapai ribuan bahkan puluhan ribu. Saya mengamati postingan yang memiliki share yang mencapai ribuan tersebut. Kesimpulan saya adalah mereka yang selalu mencapai angka share yang fantastis menggunakan formula seperti yang dipakai sinetron atau drama korea. Formulanya adalah menggunakan mengangkat sisi sensitivitas baik itu personal atau lingkungan. Saya tidak bila itu buruk. Semua orang punya caranya tersendiri. Begitu pula dengan saya.

Saya juga punya cara sendiri dalam membuat menulis. Saya membiarkan sisi idealis saya yang berkerja. Karena orang yang memiliki sisi idealis adalah orang yang berpotensi menciptakan trend di waktu yang mendatang. Hal itu yang saya sadari belakangan terakhir ini. Saya juga tanpa sadar pernah menciptakan trend sewaktu SMA, walau radiusnya hanya ruang kelas. Karena saya bukan termasuk golongan murid populer.

Ini diperkuat juga dengan show Standup Comedy Pandji Pragiwaksono dengan nama "Juru Bicara" yang saya tonton di Auditorium Universitas Sanata Dharma. Salah satu bit favorit saya adalah bit tentang berkarya. Jika kalian pernah nonton entah di Jogja atau di kota lain. Kalian pasti ingat kalimat ini.

Sedikit Lebih Beda Lebih Baik Daripada Sedikit Lebih Baik

Advertisement

Itu salah satu kalimat favorit saya. Kalimat yang menjadi pemicu untuk berkarya. Kalimat itu juga yang membuat saya menghiraukan postingan dengan share fantastis. Menghiraukan bukan berarti saya membenci. Hanya saja saya dengan si penulis share fantastis berbeda haluan. Kami tidak berpaku pada kiblat yang sama. Saya juga sesekali membaca postingan si penulis share fantastis, sebagai bentuk apresiasi saja.

Jika saya harus memaksakan diri menjadi lebih baik dari si penulis share fantastis, nanti stress sendiri. Karena dengan cara yang sama, formula yang sama belum tentu memberikan hasil yang sama. Saya belum tentu bisa membuat seperti si penulis share fantastis. si penulis share fantastis juga belum tentu bisa membuat seperti yang saya buat.

Seperti yang dilakukan oleh Henry Ford sewaktu mobil belum diproduksi massal. Ia diminta oleh orang-orang untuk menyediakan kuda dalam jumlah banyak dan kencang larinya. Namun Henri Ford mengabaikannya dan justru membuat mobil yang ekonomis, karena jaman dulu hanya orang tertentu yang punya mobil. Akhirnya orang-orang mulai mengganti kereta kuda dengan mobil. Itu berdampak sampai sekarang. Mobil ada dimana-mana. Coba kalau Henry Ford ngikutin kemauan orang-orang. Jalanan kota akan macet karena kereta kuda.