Aku gadis biasa yang memiliki banyak kekurangan
Aku bukan gadis yang sempurna
Aku sadar betul akan hal itu
Aku menyadarinya

Maaf jika diri ini belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. Maaf aku tak bisa menjadi gadis yang seperti kau inginkan. Kau tahu betul aku seperti apa. Untuk merapikan kamar yang berantakan saja seminggu sekali, apalagi untuk mendandani wajahnya.

Maaf untukmu yang selalu aku panggil "sayang". Aku masih perlu waktu untuk menjadi seperti yang kau mau. Toh, katamu memang benar, itu semua untuk kebaikanku. Aku tahu aku salah, justru itu kumohon jangan pergi. Teruslah di sampingku, ingatkan aku jika salah. Aku membutuhkanmu, dan aku ingin kau tetap di sisiku.

Sebelum mengenalmu hidupku sudah gelap. Aku takut untuk jatuh hati lagi. Karena seperti kata orang, patah hati adalah resiko dari jatuh hati. Kini aku merasakan hal itu lagi. Tapi tenang saja, aku tidak jatuh terlalu dalam seperti sebelumnya. Aku hanya merasa hati ini menjadi hampa kembali walau namamu masih tertulis jelas di sana.

Seminggu kepergianmu, ada lubang yang terbuka di dalam hati. Terakhir kali kita berjumpa, aku hanya ingin terus bersamamu, enggan rasanya malam itu berakhir. Saat dimana aku harus membuang seluruh rasa yang ada. Peluk hangat tubuhmu malam itu masih kurasakan hingga kini.

Advertisement

Genggam erat tanganmu di sela jariku. Aroma tubuhmu yang tidak dapat aku lupakan. Kecup bibirmu di keningku. Kau membuatku semakin merasa berat untuk berpisah. Dan kinipun aku menyadarinya, aku benar-benar menyayangimu.

"Perihal hati yang pada awalnya tak ingin terlalu jatuh hati, justru kini aku luluh padamu. Aku merindukanmu"

Aku ingin berteriak kembali padamu, ingin sekali rasanya merengkuh tubuhmu lagi. Kini aku hanya bisa berdo'a, menyelipkan namamu di dalamnya. Berharap Sang Pencipta memberikan yang terbaik untukku dan dirimu, walaupun aku sering egois dan berharap pada-Nya untuk membawamu kembali padaku.

~anonymous