Ketika aku berusaha untuk mengubah takdirku, aku terus berdoa kepada DIA yang maha segalanya. Ada rindu yang tak bisa dijelaskan, ada tangis yang tak bisa di ungkapkan. Rindu ini, sayang ini semuanya seperti tak mau pergi sama sekali dan seperti tak berkurang sedikitpun. Seandainya aku bisa memilih, sudah pasti aku memilih dia yang menyanyangi aku begitu juga sebaliknya. Tapi, aku bisa apa? Bukan kah semua ini fitrah? Aku sama sekali tak bisa menentukan. Aku kalah dengan hatiku dan kamu tau hatiku memilihmu.

Aku faham betul dengan segala resiko yang ada didepan sana. Ketika aku berani mencintaimu sudah pasti aku juga berani untuk merasakan sakit dan kecewa. Aku berusaha sekuat-kuatnya untuk tidak terlalu berharap padamu, karena aku tau berharap selain dari-NYA itu jauh lebih sakit.

Kamu tau, dengan mencintaimu aku belajar banyak hal. Bahwa cinta yang sesungguhnya adalah sebenar-benarnya tulus, sebenar-benarnya ikhlas dimana dia hanya tau memberikan semua yang terbaik tanpa mengharapkan sedikitpun balasan dari yang dicintai. Aku belajar untuk menjadi wanita yang berani, wanita yang cerdas, wanita yang tidak hanya sekedar menunggu tanpa ketidak pastian. Aku belajar untuk lebih menghargai diriku sendiri, jujur apa adanya karena aku juga berhak untuk bahagia.

Aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.Aku terus berdoa tanpa lelah, karena aku yakin & percaya hanya itu yang mampu mengubah segalanya menjadi mungkin. Yang aku tau saat ini hanya terus memperbaiki diri, selebihnya aku pasrahkan kepada DIA sang pemilik segala-NYA.

Aku merindukanmu dalam setiap do'a ku. Aku tau untuk menjadi wanita yang akan mendampingimu itu memang tidak mudah. Kamu punya banyak hal yang didambakan banyak wanita tapi, bukan berarti aku menganggapmu sempurna. Karena aku tau, itu sebabnya aku harus pantaskan diriku terlebih dahulu.

Advertisement

Mungkin kamu beranggapan aku terlalu memaksakan diri. Bukan, kamu salah ini bukan memaksakan diri namanya ini semua bagian dari usahaku untuk merayu Tuhan agar memberikan hatimu untukku. Aku tidak memikirkan hasil akhirnya seperti apa yang aku tau berusaha semampuku.

Kamu harus tau aku ini bukan wanita yang mudah menyerah begitu saja, ketika aku gagal disatu jalan maka aku akan cari jalan yang lain. Aku tidak peduli seberapa besar tantangannya selagi jalan itu baik dan tidak lari dari ketentuan-ketentuanNYA. Baiklah sayang, aku akan jelaskan sosok wanita seperti apa yang mencintaimu ini.

Aku ini wanita sederhana, aku bukan wanita kekinian yang selalu update tentang segala hal, aku berparas biasa saja, tidak secantik mereka yang ada di luar sana tapi, percayalah aku punya banyak hal yang mungkin mereka tidak punya. Sayang, aku wanita yang sederhana ini hanya ingin menjadi bagian dari hidupmu, menjadi ibu dari anak-anak mu. Aku hanya ingin menemanimu, mendampingimu dan menggenggam tanganmu dalam keadaan apapun. Terlalu berlebihan kah keinginan ku ini?

Aku percaya dan sangat menghargai apa yang sudah kau katakan bahwa saat ini banyak hal yang harus kau dahulukan terlebih dahulu karena itu adalah bagian dari tanggung jawabmu. Tenanglah, aku tidak akan mengusikmu tetaplah berjalan sebagaimana mestinya. Raihlah cita-citamu, wujudkan keinginanmu, tuntaskan tanggung jawabmu, nikmati kesendirianmu. Teruslah melangkah sampai kau tau dimana dan kapan kau harus berhenti. Aku percaya kau mampu. Cukuplah bagiku merindukanmu dengan air mata dalam setiap bait doaku untukmu.

Tetaplah tinggal di hatiku entah sampai kapan. Aku hanya bisa mendoakanmu semoga apa yang kau inginkan terwujud. Percayalah, aku tidak akan berhenti berdoa untukmu, aku berhenti mendoakanmu ketika aku tau kau benar-benar sudah menjadi milik orang lain.

Terima kasih, telah mengajarkan aku banyak hal bahkan sejak pertama kali aku melihatmu. Suatu saat aku ingin menjabat tanganmu itu saja.