Hai kamu masa depanku yang dulu pernah kujaga, apa kabar?

Tiba-tiba aku merasakan rindu yang dulu pernah kurasakan. Hari ini aku begitu lelah, aku rindu ketika sebaris pesanmu dihandphone ku memecah keheneningan di kamar. "lagi dimana?" Namun rindu itu hanyalah rindu yang tak seharusnya muncul. Bukankah kita pernah berbicara tentang pesta perkawinan ? Bukankah kita pernah berbicara tentang kopi yang harus kubuat setiap pagi untukmu?

Bukankah kita pernah berbicara tentang nama anak kita kelak ? Bukankah sudah pernah kukatakan kuakhiri hubungan berpacaran bukan alasanku untuk menghentikan masa depanku padamu? Bukankah sudah kukatakan aku menginginkan hubungan yang sah, bukankah sudah kukatakan bahwasanya kamu calon ayah dari anak-anakku?

Terakhir apakah kamu lupa beberapa minggu yang lalu kamu mengucapkan "i love you". Biarlah akan menjadi pertanyaan misteri yang hanya akan kusampaikan ditulisan ini. Awalnya aku berfikir kamulah masa depan yang aku impikan selama ini iya masa depanku

Ya dulu sebelum kau mengucapkan bahwa ada mawar yang lebih indah daripada aku.

Seandainya engkau tahu ketika bagaimana rasa panas dan dinginnya tubuhku saat kau beritahukan aku tentang mawar barumu itu sontak jantungku serasa ingin berhenti berdetak, air mata menumpuk di kelopak namun tak bisa tumpah.

pada saat itu juga aku merasakan kekacauan merasuki jiwa dan tubuhku, mata dan telingaku tak mau lagi melihat ataupun mendengar apapun tentangmu tak peduli alasanmu, yang aku tahu saat itu adalah kekecewaan yang begitu besar, bahkan aku lupa bahwasanya setiap yang manusia harus siap kehilangan.

Kamu tidak tahu bagaimana aku berjuang mengikhlaskanmu saat itu

Advertisement

Semenjak cerita menyayat hati itu aku berjuang keras memperkerjakan otakku agar ia tak terus terusan membencimu, merasa kecewa, kamu tidak tahu bagaimana berjuangnya aku menguatkan hati yang saat itu benar-benar rapuh.

Ketika aku bangun pagi lalu menerima kenyataan bahwa masa depanku harus kuganti bukan KAMU

Ya.. 3 hari setelah kejadian itu kuputuskan untuk menghilang agar tak lagi ku temui namamu atau kabar apapun tentangmu hanya untuk melindungi diriku dari rasa sakit hati, berusaha mengikhlaskan apa sudah terjadi, tersenyum walau berat,mengatakan aku baik-baik saja kepada teman-temanku.

Hari demi hari kulewati aku sadar bahwa Tuhan sedang mengajariku bagaimana seharusnya ikhlas itu

Kini aku sadar aku punya Tuhan dia skenario terbaik untuk drama di dunia ini, bukankah dipertemukan dengan yang salah agar mendapatkan yang benar? Bukan lagi saat nya aku untuk jatuh cinta lagi saat ini, tidak ingin lagi merasakan cinta lalu kecewa.

Inilah pedihnya ketika manusia menyandarkan harapan pada selain-Nya, lupa bahwa ada cinta yang lebih tinggi. Tuhan mengingatkan dan mengajariku bagaimana bersabar, bagaimana tetap tersenyum dalam keadaan seburuk apapun, terutama ikhlas.

Jujur saja aku hanya tidak ingin lukaku yang setengah kering ini bertambah parah ketika aku lihat atau aku dengar kabar tentangmu, aku sadar ikhlasku belum sepenuhnya, namun setidaknya aku mau belajar. Datanglah ketika lukaku sudah sembuh, datanglah nanti iya nanti ketika sudah kutemukan masa depanku..

Aku ikhlas.. dan aku tidak akan bahagia jika aku tidak mengikhlaskanmu. Aku juga ingin bahagia dengan ataupun tanpamu, tenang sajaaku selalu mendoakanmu dalam rindu yang harus kubatasi. Jodoh itu bukan apa yang aku mau dan Tuhan harus mau, tapi tentang bagaimana aku mau dan Tuhan Ridho.