Apa sih jodoh itu? Banyak orang bilang jodoh itu belahan jiwa setiap manusia. Belahan jiwa inilah yang sering ngebuat kita galau, apalagi disaat umur kita yang sudah dianggap siap untuk menikah serta desakan keluarga dan teman yang membuat kita tambah galau.

Dampak keinginan kita mencari jodoh inilah yang kadang tanpa disadari justru akan merusak diri kita sendiri. Seringkali membuat sebagian orang merasa panik hingga membuat mereka mengambil jalan pintas dengan mulai dari minta dikenalin teman, minta dijodohkan oleh orang tua bahkan sampai ikut kontak jodohpun ada. Kenapa gak kita coba dengan cara lain, contohnya memantaskan diri?

Nah memantaskan diri ini menurut saya merupakan cara elegan untuk mendapatkan jodoh. Kamu tidak perlu heboh cari perhatian hanya untuk menemukan orang yang bisa mengisi hati.

Pernah gak sih kamu mikir, bahwa jodoh itu belum datang karena kamu belum pantas mendapatkannya. Pernah gak sih kamu sadar bahwa jodoh adalah cerminan dirimu sendiri?

Mungkin memang kamu tidak jelek, pemikiran dan pengetahuan kamu luas, tapi sampai hari ini belum ada seseorang yang datang dan mengisi hati kamu. Terkadang kondisi dirimulah yang tanpa kamu sadari menghalangi orang yang tepat untuk datang. Mungkin kamu belum lulus kuliah atau masih berpetualang mencari pekerjaan yang paling tepat untukmu.

Advertisement

Daripada sibuk mencari kenapa gak sibuk menuntaskan keinginan dan impian pribadi terlebih dahulu?
Menuntaskan keinginan pribadi terlebih dahulu bukan karena kamu merasa egois, tapi pernah gak kamu merasa tidak memiliki apapun untuk dibanggakan? Tidak memiliki pencapaian atau tujuan hidup gak jelas. Orang dengan pandangan hidup yang jelas tampak lebih menarik dan lebih menjanjikan dibanding orang yang masih belum tahu akan membawa arah hidupnya kemana. Tidak hanya lebih menarik tapi kamu juga terlihat lebih siap menjalani hubungan dengan jodohmu itu.

Dengan semua perjuangan yang sudah kamu lakukan untuk mencapai impianmu maka kamu berada di jalur yang benar dan tepat, selain kualitas diri kamu bertambah tentunya kamu akan lebih sibuk dan tanpa kamu sadari ada orang-orang yang tepat akan merasa layak mendapatkan kamu.

Orang-orang yang datang di saat kamu berada di posisi ini adalah mereka yang merasa tepat karena mereka sudah terlebih dahulu berada di jalur yang tepat, atau mereka mendekatimu karena berpikir kamu bisa berjalan beriringan untuk mencapai keinginan kalian saat bersama.

Dia yang “ditakdirkan” bersamamu kemungkinan besar adalah pribadi yang mirip dalam pandangan hidup tapi punya sifat saling melengkapi, bukan cuma mirip di wajah aja loh yaaa. Mereka yang datang tidak jauh dari upayamu memperbaiki kualitas diri kok, kalau kamu mau dapet pasangan yang cerdas, masa kamu cuma mau duduk santai, ngopi cantik di mall aja sih? Perbanyak juga baca buku, biar referensimu semakin banyak, agar nantinya kalian bisa hangat berbincang.

Jadi masih mau heboh cari jodoh di luar sana atau mau sibuk memantaskan diri juga?