Masih jelas teringat kerling wajahmu saat matahari terbenam di pelataran pantai yang luas dan menyejukkan penglihatan. saat kau urai senyum menjadi berjuta makna yang singgah di dalam rasa.
Engkau berlari menjelajah pesisir yang begitu elok dan bersahaja, langkah kaki yang kau tinggalkan di pasir putih menjadi saksi bisu, atas angin dan debur ombak yang mulai menyapunya.

Aku masih menyimpan dengan lekat memori indah kebersamaan kita, merangkai impian dan sejuta asa seraya memandang alam semesta hasil karya sang pencipta yang begitu perkasa dan tak ada bandingannya.

saat itu, hampir saja kau terbawa arus gelombang pasang yang dengan cerobohnya engkau hampiri, bagaimana tidak, aku begitu panik dan terpana melihat wajahmu yang berubah seketika itu, terlihat pucat karena menyimpan sejuta kemungkinan dalam pikiranmu.

Beruntung, Tuhan menggerakkan tubuhku dengan cepat untuk meraih dan menyelamatkanmu, kemampuan berenang yang sejak dulu sudah ku tekuni menjadi semakin berarti meluapkan keikhlasan atas persahabatan yang semenjak dulu kita bina.

dan kini aku masih tahu engkau dimana, meraih asa yang dulu kita ukir di pasir pantai. dan mengakhirinya dengan senyum ketenangan.