Dear someone,

Apa kau ingat? Ini aku pria yang dulu sangat menyayangi dan mencintaimu. Ini aku pria yang dulu sangat mengagumimu. Ini aku pria yang dulu rela melakukan apa saja demi kebahagiaanmu. Ini aku pria konyol yang berani mencintaimu. Ini aku pria yang selalu datang kerumahmu setiap malam minggu. Ini aku pria yang setiap saat selalu mengirim pesan untukmu. Apa kau masih ingat padaku?

Aku rasa kau masih belum ingat. Jadi akan aku lanjutkan ceritaku maka dengarkan baik-baik

Apa kau masih ingat aku? Aku adalah pria yang pernah kau sakiti dan kau sia-siakan begitu saja demi seseorang yang kau anggap sebagai “jodohmu”. Ini aku pria yang saat itu sangat menyayangi dan mencintaimu, dan harus menerima kenyataan yang begitu menyakitkan. Karena kau sudah jelas-jelas menghianati dan menduakan cinta yang aku berikan.

Bagaimana, apa kau sudah ingat? Aku rasa dengan penjelasan yang sudah aku jabarkan, sudah cukup memberikanmu ingatan tentang sosok ku. Iya ini aku, pria yang bisa kau sebut sebagai mantanmu.

Apa kau tahu,Bagaimana keadaanku ketika kau meninggalkanku begitu saja waktu itu?

Advertisement

Aku rasa kau tidak akan pernah tahu, karena saat itu kau sama sekali tidak pernah berusaha untuk mencariku atau sekedar meminta maaf padaku. Padahal, kalau saja waktu itu kau mencoba datang menemuiku dan meminta maaf padaku, mungkin aku tidak akan merasakan sakit yang terlalu dalam seperti yang aku rasakan waktu itu. Tapi mengapa kau tidak pernah berusaha untuk melakukannya?

Tahukah kamu,justru itu yang membuat hatiku perih bagai tersayat sembilu. Sehingga aku tak kuasa menahan air mata dan kesedihan yang ada di hatiku. Andai kau tahu, saat itu aku benar-benar kehilangan semangat untuk hidup. Karena kau adalah orang yang menjadi penyemangat hidupku. Tapi mengapa kau tega menduakan cintaku? Padahal saat itu aku benar-benar mencintaimu setulus hatiku.

Ternyata luka di masa lalu yang membuatku menjadi orang yang lebih baik lagi

Sakit itu, luka itu, dan kekecewaan itu menyadarkanku bahwa aku telah salah mencintaimu. Aku salah karena telah menjatuhkan hatiku pada wanita yang tak punya hati sepertimu. Tapi aku sadar bahwa cinta tak pernah salah, yang salah adalah kamu, orang yang menyianyiakan sebuah ketulusan cinta.

Apa kau tahu? Sakit yang pernah kau berikan dulu telah membuatku menjadi pribadi yang lebih baik lagi saat ini. Sakit itu telah mengajarkanku arti dari kata “kesabaran dan keikhlasan”. Sakit itu telah mengajarkanku untuk bisa menghargai perasaan orang lain. Dan sakit itu pula yang saat ini menjadikanku pria yang lebih dewasa, baik dalam pemikiran dan pengambilan keputusan.

Lihatlah! Sekarang aku bisa tersenyum bahagia

Dulu aku kira aku tidak akan pernah bisa bahagia saat kau tinggalkanku begitu saja. Karena saat itu hanya terluka dan kecewa yang ku rasa. Tapi aku rasa aku salah. Kini aku sudah lebih baik meski tanpamu dan ternyata aku bisa (lebih) bahagia meski tanpamu. Memang untuk melupakanmu membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun kini telah kutemukan seseorang yang bisa membuatku melupakan semua tentangmu dan semua luka yang pernah kau berikan padaku dulu.

Sekarang aku bahagia dengan kehidupanku, dengan orang-orang yang selalu ada di sampingku. Apalagi sekarang sudah ada seorang wanita yang mau menerimaku apa adanya. Mungkin dia tidak lebih cantik darimu, tetapi dia memiliki hati yang lebih baik darimu. Dia bisa menerima segala kekurangan yang aku punya. Dia juga bisa memberiku kebahagiaan yang seutuhnya. Jujur saat ini aku benar-benar bahagia.

Sekali lagi aku mohon maaf padamu, bukan maksudku untuk membanding-bandingkan dirimu dengan seseorang yang sekarang mengisi hatiku. Karena bagiku kau akan tetap menjadi salah satu kenangan yang tak kan pernah terlupakan untukku.

Andai saja aku tidak mengenal dan menjalin hubungan denganmu, mungkin aku tidak akan pernah bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik seperti sekarang ini. Aku berterima kasih padamu, meskipun kau pernah memberi luka dan rasa sakit di dalam hatiku tetapi kau juga pernah memberiku cinta dan membuatku bahagia meski hanya sesaat saja. Aku ucapkan terima kasih untuk semua yang sudah kau berikan untukku.

Kini aku hanya berharap kau bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi. Menjadi wanita yang lebih menghargai perasaan orang lain, terutama orang yang mencintai dan menyayangimu. Aku berharap semoga kau bisa menyadari semua kesalahan yang pernah kau perbuat (dulu) dan tidak akan pernah melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan padaku (dulu). Dan aku berharap kau bisa bahagia dengan seseorang yang memang ditakdirkan untukmu.

Salam dariku, pria yang bisa kau sebut sebagai “mantanmu”.