Ibu, Bapak..

Seandainya aku bisa mengungkapkan isi hatiku kepada kalian, tentang kekecewaanku terhadap hidup ini yang terkadang tidak sesuai dengan harapanku.

Setiap malam ku terbangun, terus memanjatkan doa kepada Tuhan. Sekiranya Tuhan untuk selalu mengokohkan hatiku seperti baja supaya ketika tertimpa masalah aku bisa melaluinya dengan ikhlas.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Seperti sabda di atas, setiap anak diperintahkan untuk berbuat baik terhadap kedua orangtua. Lalu bagaimana tega diriku menceritakan sesuatu yang bisa membuat kalian menjadi sedih, tak tega ku curahkan semuanya terhadap kalian. Tak ingin aku melihat kalian pun bersedih karena melihatku bersedih. Aku selalu berusaha tersenyum di depan kalian, terbesit dalam hatiku seandainya kalian tahu seberapa kecewanya aku saat ini. Sebisa mungkin kututupi agar hanya aku dan Tuhan yang tahu bagaimana perasaanku saat ini.

Advertisement

Aku pun percaya, Tuhan memberikan masalah-masalah dalam hidup itu bukan karena Dia tidak menyayangiku, justru dia sangat menyayangiku, meninggikan derajatku, serta memberikan sesuatu yang lebih baik untuk hidup ini.

Ibu.. Bapak.. Kalian adalah penyemangat hidupku.

Kesedihan yang mendera dalam hatiku ini tak mungkin bisa ku lalui kalau bukan karena kalian. Kalian adalah penyemangat dalam hidupku, sekiranya banyak orang yang menyakiti hatiku, tidaklah penting selama aku bisa membahagiakan kalian. Selama kalian bisa tersenyum dan bahagia, cukuplah itu bagiku. Dimana yang lain pergi meninggalkan diriku, hanya Tuhan dan kalian selalu ada untukku. Lalu, kurang bersyukur apalagi ?

Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kesempatan untuk membahagiakan ibu dan bapak, bukan hanya untuk di dunia, tapi juga di akhirat. Ibu.. Bapak.. Kalianlah yang terbaik dalam hidupku.