Tentu tidak ada yang benar-benar bisa membaca hati dan pikiran seseorang. Ketika sebuah pernikahan yang selalu dianggap sakral hanya sebatas status dilingkungan sosial semata.

Entah..

sebuah pilihan hidup yang menyulitkan. Keadaan tidak bisa semudah itu disalahkan. Berhari-hari setelah hari ulang tahunku, tidak ada yang special lagi untuk kita. Hari-hari hanya ada tangisan, perih dan sesaknya dada. sampai-sampai sudah tidak ada lagi air mata yang keluar karena terlalu sakit hatiku .

yaaa….aku sakit..

Setelah perselingkuhan yang sudah sejauh itu kau lakukan, hatiku yang semula mencintaimu berubah drastis sama sekali tidak ada perasaan apapun. Melihat wajahmu aku enggan .

Tetapi,

aku masih bisa menyembunyikan semua rasa sakit itu, aku dengan sewajarnya melakukan segala sesuatu yg telah menjadi kewajiban seorang istri.

Kenapa tidak kau bunuh aku sekalian????

aku tidak bisa hidup seperti ini

aku tidak bisa hidup bersama mu lagi

aku sudah tidak mencintaimu lagi

Meski kau pun selalu menangis melihat cincin yang telah ku lepas, aku benar-benar tidak tahu jalan hidup mana yang harus ku tempuh.

Aku masih bisa memelukmu sehari-hari. Ku usap pundakmu dan aku sudah memaafkanmu .

Advertisement

kau yang sudah melukaiku

kau yang sudah menghianatiku

kau sudah melanggar masa depan kita

sedih sekali hatiku, tetapi apa yang bisa aku lakukan?

Aku yang bertahun-tahun bersamamu, susah,senang,sakit,sedih, aku lakukan bersamamu.

Ketahuilah, aku tidak bahagia sejak perselingkuhan itu

Aku tidak bahagia hidup denganmu dengan cara yang seperti ini

Dan kenapa kau selalu menangis melihatku?

Apakah kau kecewa?

Apakah kau menyesal?

Apa mungkin kau juga berfikir seperti denganku, mencoba mengakhiri pernikahan yang seumur biji kacang hijau..

Kenapa kau menikahiku jika kau mencintainya???

aahhh sudahlah…. mungkin aku akan secepatnya pergi selama-lamanya.

relakan aku meski kau yang akan merasa lebih sakit.

"Hidup terkadang harus tega, meski hati lara selara-laranya…"