Memang, berhemat itu ngga gampang. Apalagi kebutuhan sehari-hari hingga bulanan banyak yang harus dipenuhi. Meskipun gajimu terhitung tinggi tapi kalau kamu tidak dapat mengelolanya dengan baik, keuanganmu juga akan tetap terancam. Coba pikirkan, berapa banyak lagi waktu yang kamu punya untuk mewujudkan impian masa depan yang selama ini kamu idam-idamkan?

Belum lagi, jumlah orang yang kamu tanggung berangsur-angsur akan bertambah, mulai dari kedua orang tuamu sebagai tulang punggung keluarga, pasangan hidup hingga anak-anakmu. Jika keuanganmu tidak siap untuk masa depan, kebayang, kan, gimana repotnya kamu nanti?

"Too many people spend money they earned..to buy things they don’t want..to impress people that they don’t like." –Will Rogers

Nah demi menyelematkan keuanganmu di masa depan, ini yang harus kamu lakukan untuk berhemat dan mulai berinvestasi:

Tentukan dan Susun Rencana Keuangan Agar Lebih Terarah dalam Menggunakan Uang

Apa yang ingin kamu wujudkan sekarang, dalam waktu dekat, dan untuk jangka panjang? Tentukan rencana keuanganmu secara matang mulai dari detik ini juga, kemudian susun recananya secara sistematis sebagai peganganmu untuk mewujudkan impian keuanganmu.

Advertisement

Setelah itu, terapkan berbagai tips ini untuk mulai berhemat dan berinvestasi:

1. Bedakan Kebutuhan dengan Keinginan

Dan kemudian fokuslah untuk memenuhi kebutuhanmu terlebih dahulu sebelum mengalokasikan uang untuk keinginan belaka. Banyak orang yang terjebak di sini, karena keinginan memang jauh lebih banyak ‘menghabiskan’ ketimbang kebutuhan, meskipun belum banyak yang menyadarinya.

Kamu harus bisa membedakan keduanya, yang mana keinginan dan yang mana kebutuhan. Persiapkanlah uang untuk memenuhi kebutuhan, kalau bisa sih pisahkan dengan dana untuk keperluan lain. Jangan gunakan uang untuk transportasi sehari-hari untuk keperluan nonton di bioskop.

2. Cari Alternatif yang Lebih Murah

Ini bisa menjadi strategi penting untukmu. Misalnya untuk keperluan sehari-hari kamu butuh produk X. Produk X dengan merk B mungkin lebih murah ketimbang produk X dengan merk A yang selama ini kamu beli. Padahal dua-duanya memiliki fungsi dan manfaat yang sama, hanya merk-nya saja yang beda.

Nah ini penting.

Jangan berfokus pada merk, tapi fokus dengan kualitas dan manfaat yang dimilikinya.

Orang-orang cenderung memilih produk berdasarkan merk. Padahal merk lain yang kurang bergema namanya bisa saja menawarkan kualitas yang sama bahkan lebih, dengan fungsi yang sama, dan dengan harga yang lebih murah.

Seberapa kecil pun selisih biayanya, asal lebih murah, sudah membuatmu berhemat dan teramat penting untuk keuanganmu.

3. Kurangin Nongkrong

Ngga harus di-setop total karena nongkrong itu tetap penting, tapi kalau kamu ingin berhemat, kamu harus bisa ngurangin frekuensi nongkrong dari yang dulu setiap hari jadi seminggu sekali, misalnya. Bayangkan, dalam sebulan berapa total uang yang kamu habiskan hanya untuk nongkrong? Mulai dari nonton bioskop, ngopi, dan ngemil kalau dilakukan terus-menerus, pasti akan berefek besar ke pengeluaran kamu.

4. Manfaatkan Diskon

Ketika berbelanja, manfaatkan diskon jika kamu memang ingin belanja besar-besaran. Di Indonesia sendiri sudah ada banyak sekali toko yang menawarkan diskon untuk beragam produk yang dijual, baik offline maupun online.

Namun jangan lupa untuk menahan diri, karena adanya diskon justru membuat godaan muncul untuk terus berbelanja, padahal tidak sesuai dengan niat awal kita untuk berbelanja.

Dan jangan mau diperdaya dengan slogan “Hemat 70%”, karena kamu sebenarnya tidak berhemat 70%, melainkan spending sebesar 30% untuk produk tersebut.

5. Catat Pengeluaranmu

Kalau bisa buat catatan khusus untuk mencatat pengeluaran harianmu. Apapun yang kamu beli catatlah detil-detilnya mulai dari harga, tempat membeli, hingga tanggalnya. Contoh:

Tanggal: 21/11/2016

Produk: Sabun Mandi Merk A

Harga: Rp 15.000,-

Tempat Beli: Minimarket Z

Di akhir bulan evaluasi semua pengeluaranmu. Kamu pasti terkejut melihat untuk keperluan apa uangmu lebih banyak dialokasikan. Juga, kamu bisa membandingkan produk mana yang lebih murah dan di toko mana harga produk tersebut dijual lebih murah.

Agar mencatat pengeluaran lebih mudah, kamu bisa menggunakan bantuan aplikasi seperti Microsoft Excel atau Google Spreadsheet, MoneyLover, Spendee, Wallet BudgetBakers, Expensify dan sebagainya.

Wajib coba!

6. Mulai Menabung

Menabung merupakan salah satu solusi terbaik untuk mewujudkan rencana keuangan. Dengan menabung kamu bisa menyisihkan uangmu untuk digunakan kelak sebagai dana darurat, mewujudkan rencana jangka pendek dan panjang, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa hal yang harus kamu ingat ketika hendak menabung:

– Siapkan Rekening Baru Khusus Untuk Tabungan: Agar kamu bisa bedakan mana uang untuk ditabung dan mana uang yang bisa digunakan sehari-hari.

– Tentukan Target Tabunganmu: Misalnya dalam sebulan kamu harus bisa menabung sebesar Rp 2.000.000, lalu upayakan agar kamu bisa memenuhi target tadi.

– Langsung Sisihkan Gajimu Untuk Tabungan: Misalnya di akhir bulan ini kamu menerima gaji, maka sisihkan uangmu Rp 2.000.000 untuk tabungan bulan depan. Atau kamu juga bisa langsung menyisihkan 25% atau 30% gajimu khusus untuk tabungan.

– Hemat, Hemat, Hemat: Ikuti beragam tips di atas agar kamu lebih terarah dalam mengatur keuangan.

Intinya motivasi dirimu agar bisa terbiasa dalam menabung, maka perlahan kamu pasti bisa mempersiapkan keuangan untuk masa depanmu.

7. Mulai Berinvestasi

Jangan biarkan uangmu ‘diam’ saja di dalam tabungan, karena ia tidak akan menghasilkan keuntungan untukmu kalau dibiarkan diam. Agar uangmu tidak ‘diam’ saja, kamu perlu berinvestasi untuk memperbesar kemungkinan bertambahnya nilai uangmu.

Keuntungan pun bisa kamu dapat dengan berinvestasi. Memang, berinvestasi memiliki risikonya tersendiri. Tetapi kamu bisa meminimalisirnya dengan memilih jenis investasi yang tepat. Berikut beberapa pilihan investasi yang bisa kamu coba sekarang juga, meskipun kamu masih merupakan pemula dalam hal ini:

Reksadana: Mulai dari Rp 100.000 kamu sudah bisa berinvestasi di Reksadana, di mana dana yang kamu investasikan nanti akan dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio efek. Investasi dengan Reksadana tergolong hanya memiliki risiko yang kecil dan tentu saja menguntungkan. Terdapat sekitar 187 total produk reksadana saham menurut data Bareksa dan dari jumlah tersebut ada 43 produk reksadana saham yang bisa dibeli mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000.

Peer to Peer Lending: Jenis investasi ini terhitung baru dan populer saat ini. Skema investasinya adalah, kamu meminjamkan uang kepada orang lain untuk berbagai kebutuhan pinjaman lewat platform berbasis online. Nah kamu akan mendapatkan keuntungan secara bulanan hingga tahunan dari pengembalian dana yang kamu pinjamkan tadi. Menariknya, Peer to Peer Lending ini menawarkan bunga pengembalian yang lebih tinggi dari lembaga keuangan konvensional seperti bank. Jadi keuntungannya bisa lebih maksimal, kan? Untuk mulai berinvestasi, kamu bisa mencoba platform Peer to Peer Lending lokal seperti KoinWorks dan sebagainya dengan nominal minimum Rp 100.000.

Selain dua jenis investasi di atas, ada juga berbagai jenis investasi lain yang cocok buat kamu antara lain Obligasi Pemerintah, Investasi Emas, Deposito, dan Forex/Saham.

Dan untuk mengingatkan kembali, jangan gunakan seluruh tabunganmu untuk berinvestasi. Pisahkan mana dana yang harus tetap ditabung dan yang untuk diinvestasikan.

Ini gunanya untuk meminimalisir kerugian dari risiko yang mungkin kamu dapat dari berinvestasi. Sekecil apapun itu, risiko tetaplah risiko, kan?

Jadi mulai sekarang, beranikanlah diri untuk bisa berhemat, mulai menabung dan mulai berinvestasi. Di awal mungkin akan terasa berat mengubah kebiasaan untuk berhemat, menahan diri untuk tidak mengeluarkan uang, namun perlahan kamu pasti terbiasa dan bangga karenanya.