Sahabatku dan kekasihku……

Jika nanti aku memilihnya (calonku), aku meminta kalian mendukungku, mendukungku dengan segala ikhlasmu seperti mereka kedua orang tuaku……

Aku tau mungkin ia tak sempurna, tak sebanding dengan mereka yang lebih sempurna, tak sekaya dan setampan mereka yang di agungkan oleh beberapa banyak pemuja

Kekasihku bukanlah aku, tapi ia adalah cerminan diriku, jadi ia sama sajalah aku….

Kekasihku yang baik, mereka adalah sahabatku dan nantinya, merekapun menjadi sahabatmu, terimalah mereka layaknya kau menerima sahabat-sahabatmu, tak perlu penghormatan lebih mereka hanya menginginkan hal yang semestinya, hal yang biasa dan hal yang apa adanya tanpa rekayasa harus baik dan selebihnya…

Kata Orang jawa harus lihat bibit bebet dan bobotnya dalam memilih calon tersempurna

Advertisement

Mungkin benar istilah demikian "bibit, bobot, bebet" bibit itu keturunan, bebet itu pendidikan dan bobot itu kehartawanan…

Benar memang, harus mencari calon dari keluarga baik-baik, memiliki harta yang baik dan berpendidikan yang baik, tapi taukah kalian? Manusia itu tidak ada yang sempurna begitupun kita dan termasuk calon imamku nantinya….

Jadi, hormatilah ia sebagai calon imamku yang ku ta'dimi nantinya, aku tak mengharapkan apapun dari kalian kecuali penghargaan dan kekhalalannya dalam doa……

Tanpa doa kalian "sahabat-sahabat terbaikku dan keluargaku" aku tak mampu tuk bertahan dengan segala kesuksesan dan kegagalan di dalam dunia fana ini dengan lebih lama ….

Tanpa kalian, aku lebih tak sempurna, dan lebih tak memiliki apa-apa…..

Dear Sahabat dan keluargaku

Pesan terdalamku yang tulus, memintamu dengan segenap hati, ku yakini aku mencintainya dengan segenap rasa dengan segala kurang dan lebihnya dengan segala jujur dan khilafnya, tanpanya aku tak bahagia, tanpanya akupun siapa, dan tanpanya dunia ini kosong hampa dan tak bernyawa

Teruntuk Keluargaku yang Penuh dengan Cerita

Bapak, Ibu… Kenalkan… Inilah calon imamku yang selama ini aku tunggu-tunggu dengan segala keluh kesah dan suka dukaku……

Terimalah ia seperti engkau menerimaku, mungkin ia bukan darah dagingmu tapi ia adalah bagian dari hidup dan takdirku….

Doakan kami untuk kebahagiaan dan perjalanan menuju-Nya, saat ini, esok nanti dan selamanya…..

Aku bahagia bersamanya sampai tua, aku bahagia bersamanya dan sampai saatnya nanti aku bahagia bersamanya sampai surga-Nya

Dan Dear kekasihku, kau untukku begitupun sebaliknya, terimalah aku dengan seluruh jiwa ragamu, dengan segenap cinta dan kasihmu, kau tau? Cerita menantimu begitu sulit, kisah menunggumu begitu sakit, banyak perjalanan yang ku lalui , begitu banyak hubungan yang ku gubah dengan begitu sia-sia, atau entahlah… Kata mereka di setiap perjalanan pasti ada begitu banyak hikmah…. Ya, mungkin itu yang dapat aku petik dari sekian banyak kisah…

Dear kekasihku, tuntunlah aku selalu untuk menuju-Nya dan tuntutlah aku agar aku lebih baik dari hari ini dan seterusnya….

Terimakasih banyak, Bapak Ibu….

Terimakasih banyak, sahabat-sahabat terbaikku…

Dan Terimakasih banyak untukmu calon imamku….

Kalian adalah segalanya bagiku…..