Dua tahun yang lalu kami hanya empat orang wanita yang bertemu di sebuah pelatihan kerja di “dunia” yang baru kami selami. Kami dari awal bahkan sadar, ini bukan hal yang mudah di saat kami mulai melangkah meninggalkan kehidupan kami biasanya. Kami harus siap memutar otak lebih keras untuk mengatur waktu kebersamaan kami dengan orang tua, dengan pasangan, maupun dengan anak.

Persahabatan ini dimulai tanpa sengaja. Kami bukan orang yang populer di lingkungan kerja kami. Kami bukan orang yang suka kongkow dengan teman kantor demi kesenangan sesaat. Kami sadar jika kami harus mengorbankan banyak hal supaya bisa mengisi pundi-pundi keuangan kami.

Hargai kami yang ingin berjuang demi keluarga. Bukan kami tak peduli pada anak maupun pasangan kami, kami hanya ingin anak-anak kami bisa merasakan pendidikan, pakaian, dan makanan yang layak. Kami tidak ingin semangat kami yang terang, perlahan akan terbenam karena cibiran kalian. Kami para istri yang ingin membantu suami. Tidak melulu menodongkan tangan ke lelaki kami hanya untuk membeli keperluan kami sendiri.

Jangan kalian pikir Kartini masa kini adalah yang tugasnya 3M (Masak, Macak, Manak) saja. Bukan kami ingin meremehkan kalian para Kartini Rumah Tangga, tapi tolong hargai kami yang ingin bekerja demi alasan yang tidak pernah bisa kalian pahami. Kami bekerja, namun kami juga merawat keluarga. Kami bekerja, namun kami juga mencintai keluarga.

Langkah kakimu adalah awal dari masa depanmu. Jangan buat mimpi kalian yang terang, menjadi terbenam hanya karena cibiran orang..

Advertisement

Langkah kakimu yang akan menjadi memori kesuksesanmu..

Langkah kakimu yang akan menjadi kisah sukses untuk diceritakan ke anak cucumu..

Jayalah Para Kartini Indonesia Masa Kini, tak ada yang salah berada di rumah, dan tidaklah berdosa bagi kalian yang bekerja.

Salam,

Novita Rizky Ramadhani