Kata orang sendiri itu menyedihkan tanpa mereka tau sendiri mengajarkan kemandirian, kata orang sendiri itu kesepian tanpa mereka tau sendiri mengajarkan bagaimana mengintropeksi diri dan kata orang sendiri itu membosankan tanpa mereka tau sendiri dapat menghasilkan banyak kreatifitas. Sore ini, hanya sendirilah yang menemaniku. Menghirup udara segar tanpa polusi, mendengar nyanyian pantai tanpa bising kendaraan dan memandang luas tanpa keberadaan sampah. Senja yang kembali menampilkan keindahan mentarinya yang terbenam diufuk barat. Hati ini masih saja terlena dengan keindahan alam Indonesia . Langkah kaki yang terus membawa raga ini entah kemana bersama iringan angin pantai yang begitu sejuk. Memang benar pantai Indonesia begitu indah, tidak salah jika semua orang ingin memilikinya. Tak terasa telah jauh langkah yang dilalui kaki ini, terlihat tak banyak orang disini. Maklum saja keindahan pantai ini belum tersohor seperti pantai-pantai dibali. Aku masih saja bergulat dengan pikiranku. Masih teringat jelas memori bersama seorang sahabat yang selalu ada dikala apapun. Pantai ini menjadi tempat pelarian dikala tugas sekolah begitu sangat melelahkan dan membosankan bahkan pantai ini selalu merekam tawa bahagia dan masih menyimpan jejak kaki yang berlarian disore hari. Ya benar, entah mengapa kami menyukai dan membenci hal yang sama. Namun, kami mempunyai impian berbeda yang harus digapai walaupun harus berpisah satu sama lain. Jarak yang memisahkankan kita namun jarak yang mengajarkan kita hidup tanpa saling bergantung dan waktu yang terus berjalan mengajarkan kita bagaimana cara untuk bersabar. Pantai ini juga menjadi saksi keluarnya janji diantara kita untuk kembali lagi setelah menggenggam kesuksesan.

Tak sengaja teringat perbincangan kita dikala dulu” enam tahun kita selalu bersama, saling mengerti dan saling membantu satu sama lain. Apakah tak terpikir olehmu suatu saat nanti kita akan berpisah? Katanya.

“perpisahan itu pasti ada diantara kita, walaupun aku dan kamu selalu saja menyukai hal yang sama. Tapi kita mempunyai impian yang berbeda, bukan? Aku ingin menjadi programmer dan kamu ingin mengambil pendidikan doktermu di Australia”. Kataku menatap indahnya pantulan cahaya mentari di atas pantai.

“lalu, apa yang akan terjadi diantara kita, ketika perpisahan itu datang?” katanya sambil melempar kerikil kearah pantai.

“yang terjadi? Kataku sambil tersenyum. Aku akan tetap menjadi aku dan kamu akan tetap menjadi kamu. Kamu tak perlu merisaukan adanya perpisahan. Semua yang terjadi adalah kehendak tuhan termasuk perpisahan dan aku yakin rencana tuhan selalu sempurna.”

“apa kamu tak takut, bagaimana jika aku tidak seperti dulu?” tanyanya kali ini dengan tampang yang serius

“segala aspek didunia membutuhkan perubahan agar bisa menjaadi lebih baik. Termasuk kamu dan juga aku. Untuk itulah diperlukan perpisaha agar kita bisa menemukan sesuatu yang baru dan keluar dari zona nyaman. Namun, ingat perubahan bukan berarti mengganti namun perubahan berarti mengatur kembali. Jadi, tidak akan ada yang berubah dari dirimu hanya saja suatu pengaturan kembali yang lebih baik akan terjadi. Karna dirimu tidak akan terganti dengan sesuatu yang kamu dapat ditempat baru nanti.

“bagaimana dengan pantai ini? Aku rasa suatu saat nanti pantai ini juga akan mengalami perubahan. Bagaimana jika perubahan itu menjadikan pantai ini rusak? Itu berarti perubahan bisa mengubah sesuatu menjadi buruk. Hmm yaah menurutku.” Katanya sambil menggidikaan bahunya.

“benar, karena hidup itu selalu berjalan walau kita menginginkan jeda. Baik buruknya perubahan ditentukan oleh kita. Kearah mana kita hendak membawa perubahan itu. Dan aku pikir semua orang menginginkan perubahan yang lebih baik dan tentang pantai ini? Hanya orang-orang yang tak bertanggung jawablah yang akan membawa perubahan buruk.”

“okelaah, sepertinya perbincangan kita hari ini agak rumit ya? Katanya sambil tertawa. Jika perpisahan itu datang. Aku ingin, ketika kembali lagi aku telah menjadi dokter hebat dan begitupun dengan dirimu, telah menjadi programmer yang handal.” Katanya sambil menatap air laut yang begitu tenang.

“sip! Dan kita akan kembali dipantai ini.” Kataku dengan semangat

Sepertinya mentari telah terbenam sepenuhnya, angin yang berhembus begitu kencang dan arus pantaipun semakin deras. Tak terasa langit telah menjdi gelap untung saja terang bulan bersama warna-warni bintang malam ini dapat memberikan cahaya. Begitu banyak kenangan persahabatan dipantai ini. Aku berharap pantai akan tetap indah ketika kami kembali lagi ke tempat ini. Dan ketika waktu itu tiba, aku tak akan sendiri lagi. Saat ini, biarlah kami jatuh dan bangun di tempat yang berbeda tanpa uluran tangan yang biasa kami lakukan ketika bersama, biarlah kami mencari pengalaman baru lalu membagikan cerita dari segala penjuru satu sama lain.