Cinta, kedengarannya indah, namun kata-kata ini menyimpan sejuta rahasia yang sulit tuk ditebak.

Berawal dari kembalinya masa lalu. Masa di mana aku selalu berjuang meraihnya. Kini dia hadir tepat di hadapanku, mengembalikan semua yang telah ku buang dari setip Memoriku.

Memori yang begitu menyakitkan yang kubawa di setiap hariku, namun kau terus muncul mengingatkan semua ini

Memori Kelamku”

Mengapa…Mengapa waktu mempertemukan kita?

Advertisement

Bisakah aku kembali di mana aku tidak akan berjumpa denganmu?

Kadang aku bertanya-tanya apa itu bisa terjadi?

****

Arus perjalanan hidupku begitu panjang…. Dan aku harus kembali menempuhnya sendiri…

Ya… aku kembali ke Arus perjalanan hidupku yang begitu menyedihkan, saat aku masih berharap akan perasaan itu padamu…. Kau tahu aku bercerita pada semua orang tentangmu senyummu, tingkahmu, bahkan di saat kau sedanng bersedih.

Dia pujaanku, Aku jatuh cinta padanya

Dia lah pujaan hati yang mencuri hati ini

Aku tertarik padanya… bahkan saat pertama kali dia menebarkan senyuman itu

****

Di setiap perjalanan yang telah kulakukan , aku telah kehilangan siapa diriku…. Bahkan jiwa ini bukan lagi sebagian dari diriku. Hampa sudah terasa hidup ini ketika aku tak bisa mengenali diriku sendiri.

Aku duduk menatap pantai yang kosong sore itu, angin berhembus menghampiriku, dan biasanya angin akan membuat mata ini berair. Aku melukiskan namanya di atas pasir basah itu, dan ombak mulai menghapusnya, ya… Hatiku menjadi tak terkendali. Perasaan ini terhanyut saat Matahari yang mengikutiku mulai menghilang dan terbenam dari tatapanku. Semua kembali begitu saja, mengingat tentang dirinya yang menjadi pujaan hati setiap wanita. Aku bertemu senja saat dia datang dan tak bisa aku miliki.

****

Kenyataannya memang seperti drama yang menyedihkan, bahkan aku tak bisa melupakan setiap langkah kaki yang telah terhitung saat aku mengejar bayangannya.

Satu….dua… tiga… Dia bahkan tak berbalik untuk melihat keberadaanku. Sekejap Langkah kakiku berhenti dan aku mencoba untuk kembali pada diriku, dan melepaskan bayanganmu yang tak kan bisa kucapai. Mungkin ini kisah cinta yang berbeda, aku seakan tak bisa menghindari perasaanku sendiri.

***

Sangat melegakan saat dia datang menghampiri dan memberikan senyum padaku. Inikah yang dinamakan perasaan yang telah tersampaikan? Sejuta pertanyaan telah terlontar dari bibir ini. Aku semakin mengaguminya. Dia bahkan terlihat seperti orang yang telah kembali pada cinta pertamanya.

Ditemani cuaca mendung di sore ini, kembalinya senja kami memulai awal cerita yang indah, aku ingin mengungkapkan isi hati wanita yang sedang merindukan cinta ini. Apa aku bisa? Apa aku lebih baik diam dan menunggu setiap hal yang sudah ia rencanakan?

Kamu adalah wanita pertama yang mau mendengarkan ceritaku hari ini. Terima kasih

Keputusan itu sudah direncanakan, aku tak bisa berharap lebih darinya. Bahkan kami sudah memulai persahabatan kami hari ini, dan aku memilih menjadi sahabat dan temannya.

Bisakah aku menjadi wanita yang egois? Dan memilikimu?

Bisakah aku lebih dari sekedar sahabat buatmu?

Adakah tempatku di hatimu?

***

Memori Kelam? Mungkin bukan "tetapi waktu yang tidak tepat yang mempertemukan kita hingga saling mengenal dan aku telah jatuh cinta".