Hai calon priaku, apakah hidupmu begitu menyenangkan? Apa kau tak merasa bosan dengan rutinitas yang selalu menguras tenaga, meguras hati dan menguras pikiranmu?

Entah apapun itu yang menjadi rutinitas pokokmu aku hanya ingin kau memberi sedikit ruang dirimu untuk menikmati udara segar yang sangat menyejukkan, memberi pandangan baru untuk dilihat mata, memberi tempat baru untuk ditapaki kaki, dan memberi jangkauan baru untuk dijangkau tanganmu.

Mungkin, matamu sudah sangat lelah setiap hari hanya melihat ke layar komputer, bergelut dengan angka-angka atau berkelahi dengan udara panas yang sangat menyengat, sesekali mereka ingin melihat indahnya alam yang sangat mempesona, melihat desiran ombak yang menghempas karang dengan manja, melihat ke sekeliling bukit-bukit dengan hamparah karpet hijau yang memanjakan mata, atau mungkin melihat keindahan alam dari ketinggian sekian ribu Mdpl, dan menikmati lekukan indah awan putih yang menari-nari sambil menyongsong ketika fajar datang

Mungkin, telingamu sangat lelah setiap hari hanya mendengar ocehan atasanmu, atau mendengar ocehan orang yang memperkerjakanmu, ia mungkin ingin mendengar hembusan angin yang berbisik lembayu di pagi hari.

Mungkin, kaki sangat lelah setiap hari melangkah ke tempat yang mungkin hatimu tak ingin ke tempat itu, ia ingin melangkah ke tempat baru, mencoba menapaki setiap jalan yang tak pernah ia lewati.

Advertisement

Mungkin tangan sangat lelah setiap hari hanya memegang keyboard komputer, atau memegang pulpen atau memegang alat yang biasa digunakan untuk mendapatkan rupiah, ia ingin menjangkau sesuatu yang belum pernah ia jangkau, ia ingin menyentuh sesuatu yang belum pernah ia sentuh.

Aku wanita biasa dengan beribu kekurangan, tetapi dengan beribu keinginan. Aku wanita biasa yang selalu memakai kemeja dan sepatu kets yang tak pandai memoles wajah, yang menikmati hidup dengan cara apapun yang bisa menyegaran hati.

Dan kali ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, di mana aku merasa nyaman ketka menghela nafas sambil menikmati lukisan indah Sang Pencipta.

Iya, aku ingin mengajakmu sesekali untuk untuk menikmati indahnya alam di ketinggian sekian ribu Mdpl, aku ingin kau juga merasakan apa yang kau rasa ketika menikmati angin yang berhembus pelan, aku ingin kau melihat apa yang aku lihat ketika berdiri di puncak tertinggi gunung.

Dan aku ingin menggenggam tanganmu di ketinggian itu

Sembari menyongsong indahnya kilau emas ketika fajar datang, dan menikmati suguhan tarian klasik dari lekuk-lekuk awan putih yang membentang bak karpet di depan mata, dan menikmati udara segar tanpa hiruk pikuk kendaraan bermotor, bisakah kita bersama kesana sekali saja?

Jika biasanya hanya sahabat yang menemaniku untuk kali ini aku ingin kau datang menemaniku untuk berjuang bersama mencapai puncak itu.

“berdiri di ketinggian lebih dari 1000 Mdpl, menyongsong indahnya ketika fajar datang, menikmati syahdunya lekukan awan putih, menghirup segarnya udara pagi, dan berdiri bersama di tempat itu adalah keinginanku bersamamu.”

Semoga kita bisa.