Tidak ada yang salah denganmu bila kamu masih belum bisa melupakan mantan, because moving on is very tough dan kamu memerlukan banyak waktu untuk menetralisir perasaanmu. Tidak ada yang salah denganmu bila kamu masih ingin mengulang kembali kisahmu dengan dia, ada kalanya kamu merasa sangat membutuhkan dia tetapi kenyataan menyadarkanmu bahwa kalian sudah tidak lagi bersama. Tidak ada yang salah denganmu bila kamu masih merasakan perasaan itu, hanya saja cobalah kamu pikirkan kembali.

Jika dia mencintaimu, dia tidak akan membuatmu kecewa dengan semua tingkah lakunya yang kekanak-kanakan. Ingatlah saat kalian dinner bersama, harusnya kalian berdua berada pada makan malam yang romantis dengan alunan music jazz dan cahaya lilin yang berdansa untuk kalian. Tetapi apa yang terjadi di kala itu? Dia meninggalkanmu begitu saja karena kesal padamu yang harus menerima telepon dari ibumu, iya dia cemburu karena kamu tidak memperhatikan dia yang sedang berbicara, apakah kamu pikir dia mencintaimu?

Jika dia mencintaimu, dia akan mengerti kamu yang sibuk bekerja demi masa depan kalian berdua, tetapi ingatkah kamu ketika dia tidak henti-hentinya menghubungimu di saat kamu sedang bekerja? Waktu itu dia marah karena kamu tidak sempat membaca dan membalas pesannya. Kamu sudah mencoba menjelaskan padanya bahwa kamu sedang dalam tugas kerja, tetapi dia tetap saja menyalahkanmu, menghitung seberapa banyak perhatianmu untuk dia yang menurutnya tidak ada sama sekali padahal kamu selalu mencoba meluangkan waktumu hanya untuk dia. Apa kamu pikir dia mencintaimu?

Jika dia mencintaimu, kamu tidak akan terisak menangis di depan teman-temanmu karena dia. Coba kamu ingat kembali, waktu itu karena marahnya dia menampar pipimu di hadapan teman-temanmu, iya, dia melakukan itu tanpa memberimu kesempatan untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi di antara kalian. Dia menyakiti fisikmu sekaligus psikismu, semua temanmu berbisik-bisik membicarakan kalian, sementara kamu hanya bisa tertunduk malu sambil menangis pilu, apa kamu yakin dia mencintaimu?

Jika dia mencintaimu, dia tidak akan mengubahmu menjadi boneka yang ada dalam imajinasi dia. Apa kamu masih ingat saat kamu bersama dia ada banyak temanmu yang mengatakan kamu berubah? Saat itu kamu dan dia baru saja menjalani hubungan selama satu bulan, tetapi dia sudah banyak mengubahmu menjadi orang lain yang asing di mata teman-temanmu. Kamu menjadi lebih pendiam dan tidak memiliki banyak waktu untuk sekedar bercanda dengan teman-temanmu. Tanpa kamu sadari semua temanmu pergi menjauh darimu, padahal mereka adalah “pasangan” terbaikmu. Ingatkah kamu?

Advertisement

Jika dia mencintaimu, dia tidak akan mencaci makimu. Kamu bukanlah malaikat untuknya, kamu hanya manusia dengan banyak kekurangan, adalah wajar bila kamu melakukan kesalahan. Tetapi coba kamu ingat lagi, setiap kamu melakukan kesalahan walau hanya sekedar tidak bisa menjemputnya karena kamu sibuk, tetap saja dia mencaci makimu. Semakin sering mendengarmu meminta maaf, semakin sering pula dia mencacimu. Semakin sering hal itu terjadi padamu, semakin sering pula kamu bersedih.

Jika dia mencintaimu, kamu tidak akan dibuatnya menunggu lama. Dia akan bekerja keras untuk bisa segera menghalalkanmu. Tetapi selama ini dia tidak pernah memiliki niat itu bukan? Tidak ada perbuatannya yang membuktikan bahwa dia sedang berjuang untuk bisa menikah denganmu. Kamu dibiarkan menunggu sambil terus menerus disakiti. Lalu mau sampai kapan kamu menunggu?

Move on memang sulit, tetapi meneruskan hubungan yang rumit akan semakin membuatmu sulit. Mulai sekarang cobalah melupakan dia, carilah kebahagiaanmu sendiri. Kamu tidak perlu lagi mengharap dia, karena jika dia mencintaimu, Ah tetapi sayangnya dia tidak pernah benar-benar mencintaimu.