Hidup memang memberi arti untuk kita dapat menerima, namun juga kadang kehilangan. Apapun yang terjadi dan dialami atas seorang yang bernama manusia, ada bagian-bagian dalam porsi yang pas untuk hidupnya masing-masing. Cinta, hidup juga dapat memberikan arti cinta walau tak banyak orang yang mengerti, tapi tak sedikit dari mereka yang merasakan.

Cinta kepada Tuhan, kepada sesama manusia, dan juga pada makhluk lain yang hidup di bumi. Manusia sering kali merasakan cinta terhadap yang satu dan yang lain sehingga dari itu mereka bisa menjadi berpasang-pasangan. Membicarakan mengenai pasangan, banyak dari kita ingin mencari pasangan yang klop dan cocok, walaupun berbeda sifat dan karakter, namun jika sudah merasa "klik" maka kita akan nyaman bersandar pada pasangan tersebut.

Untuk sepasang insan yang menjalin kasih, artinya mereka sudah menemukan satu sama lain, tapi belum ada kepastian akan hidup berlanjut sampai ke pernikahan atau tidak. Itu semua tergantung pada tiap-tiap insan yang menjalin sebuah hubungan dan terutama yang pasti adalah atas kehendak-Nya. Nah, bagi yg sudah menemukan pasangan, bagaimana agar orang tersebut tidak hilang? Menjalin hubungan dengan kekasih memang dirasa sangat menyenangkan. Waktu-waktu saat berdua dengan dirinya terasa penuh arti. Walau sudah melewatkan waktu seharian bersamapun, kadang dirasa belum cukup. Seseorang yang menjalin hubungan dalam waktu yang cukup lama, dapat dikatakan sedikit banyak mengenal sifat-sifat dan karakter pasangan satu sama lain.

Ada hal-hal baik yang terdapat didalamnya seperti sifat umum yang dimiliki oleh seorang manusia yakni kebaikan, namun kadang ada sisi menjengkelkannya dari sang pacar. Hal tersebut seharusnya bisa kita terima dan tidak perlu menjadi suatu masalah jika, jika kita benar-benar mencintai orang tersebut. Kadang memang melelahkan jika sering bertengkar misalnya sifat sang cowok tidak perhatian, jadi perempuannya kurang merasa dipedulikan dan diperhatikan. Sedang sang cowok kadang merasa risih jika pacarnya terlalu cerewet. Hal itu lumrah terjadi dalam suatu hubungan, kita hanya tinggal perlu bertahan dengan kondisi tersebut atau menyerah dengan keadaan. Karena jika kau benar-benar mencintainya, kau tidak akan pergi lantaran sifat menjengkelkan dari orang tersebut. Ya bertengkar memang hal yang kadang membuat hati kesal bahkan sampai mengelus dada, namun romantisme ketika kembali berbaikan setelah bertengkar, kadang akan terasa lebih hangat.

Dari segala kekurangan yang ada dalam diri pasangan, harusnya itu bukan menjadi suatu kelemahan dalam terjalinnya suatu hubungan, justru kekurangan tersebut pertama harus kita terima, kemudian kalau memang bisa, tidak menutup kemungkinan untuk dapat diperbaiki. Jika bagi mereka yang sudah saling menemukan, bagaimana agar ia tak hilang? Sebelumnya, seseorang pasti pernah mengalami kehilangan untuk siapapun orang tersebut, baik ditinggal pergi atau ditinggal mati. Bagi yang menjalin kasih, kehilangan adalah perpisahan yang terjadi dengan seseorang tersebut, setelah itu muncul yang namanya luka dan perasaan sedih di hati. Hari-hari yang biasa kamu lewati berdua dengannya pun kini hanya menjadi sendiri. Perpisahan bisa terjadi karena salah satu pihak yang memutuskan sebuah hubungan, entah karena sudah tidak mencintai lagi, kesalahan fatal yang dilakukan oleh pasangannya ketika masih berpacaran, atau karena keputusan berdua akibat sudah tidak ada kecocokan atau hubungan tak direstui.

Advertisement

“Hal yang perlu ingat dan disadari adalah, bahwa perasaan terluka dan disakiti terjadi atas setiap orang. Setiap orang pasti pernah merasakan kekecewaan atas sebab apapun, jadi tidak hanya kamu seorang yang mengalaminya. Yakinkan dirimu bahwa sesulit apapun masa yang kamu hadapi, kamu mampu melewatinya.”

Setelah berbicara mengenai kehilangan, sekarang bagaimana menjaga seseorang tersebut agar ia tak hilang? Menurut pengalaman saya, saya pernah menyayangi dan mencintai seseorang. Tentu sayang dan cinta dua hal yang berbeda karena ada tarafnya. Ketika merasakan perasaan hanya sekedar sayang, rasa-rasanya tidak perlu sampai terlalu mendambakan dia. Ya jelas, ketika kita menjalin suatu hubungan dan timbul rasa sayang terhadap orang tersebut, pastilah kita senang saat-saat berdua dengan dirinya, tapi berbeda ketika kamu sudah mencintainya.

Ketika seorang wanita mencintai seorang pria, rasa-rasanya semua pikiran dan perhatianmu hanya untuk dia seorang. Setiap kamu terbangun, saat melakukan semua kegiatan, bahkan disaat tersibukmu sekalipun, pikiranmu secara alami dan tanpa direncanakan tetap mengingatnya. Dan ketika sudah menjalin hubungan dengan pasanganmu itu, hari-hari dan hidupmu sedikit banyak akan kamu habiskan bersamanya. Entahlah, dia semacam magnet yang sangat kuat melekat dalam pikiran dan hatimu. Tak jarang wanita akan berlaku posesif dan protektif ketika sudah merasakan cinta yang kuat kepada pasangannya. Cemburu dan khawatir yang berlebih, terkesan membatasi ketika pacarmu akan pergi bersama teman-temannya karena kamu merasa dia akan bersenang-senang tanpa dirimu, marah yang keterlaluan saat ia hanya membalas chat yang walau hanya 10 menit namun sangat terasa lama bagimu.

Ya, beberapa perasaan itu kadang timbul begitu saja tanpa bisa kita kendalikan, justru kita sendiri tidak menginginkan perasaan yang tidak mengenakan tersebut muncul dalam diri, tapi sekali lagi, itu terjadi secara alami. Tapi dampaknya, ketika seorang wanita memperlakukan secara terus menerus terhadap pasangannya, itu dapat membuat sang pacar merasa tidak nyaman, terus diawasi dan merasa tidak bebas. Dengan begitu bisa berdampak bagi kelanjutan hubungan kalian. Kamu harus mulai bisa melepaskan segala pikiran buruk atau hal-hal aneh yang melintas dikepalamu.

Memantaskan diri, yakni jika kamu telah membuka hatimu secara penuh dan ikhlas. Kamu dapat mengerti dan menerima atas apa yang terjadi dan yang akan terjadi dalam hubungan kalian, hal yang baik atau buruk sekalipun. Jika kamu mempunyai sifat-sifat buruk tersebut diatas, kamu bisa memulainya dengan jujur membicarakan kepada pasanganmu mengenai hal tersebut. Kamu katakan padanya, bahwa ada hal-hal yang meresahkan hatimu saat pasangan sedang jauh atau tidak bersama denganmu. Dengan begitu aka nada keterbukaan yang dapat dibicarakan diantara kalian berdua. Pasanganmu akan tau hal-hal apa yang menjadi beban pikiranmu, dengan itu ia akan memberikan penjelasan untuk hal-hal yang ia lakukan saat tidak bersama dirimu. Hal itu dimaksudkan agar ia dapat member pengertian kepadamu sehingga kamu tidak perlu berburuk sangka lagi. Dari kejujuranmu terhadap pasangan, itu dapat membuat keterikatan yang kuat diantara kalian sehingga pasanganmu tanpa disadari juga akan melakukan hal yang sama yakni memantaskan diri dengan tidak merusak kepercayaan yang kamu berikan padanya.

Jika dengan dia kamu bebaskan tapi dia melakukan kesalahan seperti menghianatimu, kamu berhak untuk pergi dari dia atau meninggalkannya, namun jika dengan tidak dikekang dia setia kepadamu, kamu pantas memperjuangkannya. Karena kasih yang sejati itu, tidaklah cemburu. Cinta itu kepercayaan, saat kau memberi rasa cintamu kepada dia, saat itu juga tanpa kamu sadari kamu memberi kepercayaan kepada dia untuk melakukan segala sesuatu selama hal tersebut benar. Harus kita akui, cinta itu pengorbanan, waktu, materi, tenaga, segala yang kita lakukan untuk pasangan adalah agar kita merasa dia bahagia bersama kita. Tapi cinta yang tulus saat kau memberi semua hal itu dengan sukarela tanpa pernah menuntut balas. Justru kamu ingin memberinya secara lebih dan lebih selama yang kamu beri adalah hal yang positif dan bermanfaat bagi dia dan hubungan kalian.

Saat kamu menemukan seseorang, dan dari seseorang tersebut kamu merasakan apa yang belum pernah kamu rasakan seperti halnya cinta, dan dari dia kamu dapat merasakan cinta yang luar biasa meluap dihatimu, maka tak salah jika ia kamu pertahankan. Jatuh cinta itu susah-susah gampang. Saat kau bertemu walau dipertemuan awalpun kamu merasa klik dan nyaman padanya, bukan tidak mungkin dalam hitungan beberapa waktu saja kamu bisa jatuh hati dengannya. Karena ketika perasaan cinta sudah kuat, itu bukan lagi persoalan fisik, tetapi urusan hati dan karakternya yang mungkin tidak akan kau temukan dalam diri seseorang manapun. Begitu pula jatuh cinta yang sulit, mau seberapa besar usaha orang tersebut, dan seberapa lama kalian sudah mengenal, tetapi jika hatimu tidak mampu tersentuh oleh segala perhatian dan perbuatannya, maka sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa jatuh cinta kepadanya.

Karena cinta adalah soal hati dan perasaan yang tidak bisa kau atur dan tidak dapat kau rencanakan kapan dan dengan siapa kau akan menjatuhkan hati dan memberikan cintamu. Ketika ia sudah datang, dengan kata lain kalian sudah bersama, laluilah masa-masa itu dengan penuh cinta kasih, berilah perhatian dan pengertianmu kepadanya, bukan hanya dia saja yang harus melakukan hal tersebut padamu. Biarlah semua berjalan seperti seharusnya tanpa perlu terlalu kamu kendalikan. Karena jika benar-benar dia mencintaimu, dia akan terus bertahan disisimu, dia tidak akan melepaskan kamu, dan dia kan berjuang untukmu.