Tak pernah terpikir sedikitpun di benakku bisa tertarik dengan seseorang yang dua tahun lebih muda dariku. Aku seorang perempuan yang statusnya kakak kelas telah tertarik kepada kamu yang bukan lain adalah adik kelasku.

Tahukah kamu? Kamu, mungkin hanya seorang adik kelas. Tetapi setelah bertemu denganmu, banyak perubahan yang aku rasakan seperti lebih semangat untuk menjalani hidup. Bahkan, semenjak mengenalmu aku lebih nyaman berlama-lama di sekolah. Tetapi, tidak sedikit pula bermunculan pemikiran yang membuatku berpikir berkali-kali untuk bertahan dengan perasaan ini.

1. Secara umur, aku lebih dewasa

Syukur jika ternyata sikapmu lebih dewasa dariku. Tetapi jika tidak? Sanggupkah aku menghadapi semua itu?

2. Tentang tanggapan orang

Advertisement

"Ih, masa suka sama adik kelas? Kayak gak ada yang seumuran saja?"

Lalu, bagaimana tanggapan orang-orang di sekitarku dengan hal ini? Akankah mereka menganggap biasa saja atau justru sebaliknya

3. Kamu dan aku sama-sama pendiam

Apa yang dapat aku harapkan lagi ketika aku mengetahui ternyata kamu mempunyai sifat buruk yang sama sepertiku, yaitu pendiam.

Lantas, bagaimana aku harus menyikapi perasaan ini? Haruskah aku bertahan dan memperjuangkanmu? Haruskah aku bertahan dan berdiam diri saja? Atau, haruskah aku berhenti cukup sampai di sini?

Bagaimanapun juga, selama kamu masih dapat dijangkau oleh kedua mataku aku pikir bertahan dan memperjuangkanmu adalah pilihan yang tepat untuk saat ini.