Entah betapa berartinya kamu di hatiku.

Ya, kata-kata itu lah yang terkadang selalu aku tanyakan pada diriku sendiri, saat aku merasakan putus asa karena aku hanya bisa menyebutmu dalam do'a-do'aku. Mungkin Sang Pencipta pun sampai bosan mendengar nama itu yang selalu aku sebut tapi entah kenapa rasa itu selalu menetap di hatiku, rasa yang begitu dalam, rasa yang membuatku nyaman.

Sebenarnya Tuhan teramat baik padaku. Ia selalu mengabulkan do'a-do'a kecilku, seperti malam itu. Hari itu aku sangat-sangat merindukannya, aku rindu suaranya, senyumnya, semangatnya, bahkan suara detak jantungnya yang pernah aku dengar saat dia memelukku. Aku hanyut dalam perasaan rindu itu, bahkan sampai aku tidak bisa tidur malam itu, lalu aku mencoba menghubunginya tapi belum sempat tersambung langsung aku matikan karena aku pikir kalau aku menelponnya mungkin aku akan mengganggu dia saat dia terlelap, jam sudah menunjukkan 22:30 WIB.

Akhirnya aku putuskan untuk mendengarkan call recording untuk menemani aku tidur, tapi pikiranku belum menginginkan untuk tidur, walawpun mata ini sudah sangat berat untuk membuka mata. Hampir 1 jam aku mendengar rekaman itu, tapi aku masih sangat sadar karena aku belum juga bisa terlelap. Lalu tiba-tiba saja ponselku berdering pada pukul 23:37 WIB, aku kaget bahkan aku langsung terduduk karena tenyata ada panggilan dari seseorang yang sangat aku rindukan, langsung tanpa ragu aku angkat telpon itu.

Hallo, Assalamu'alaikum..

|| iya wa'alaiku salam..

abang belum tidur..??

||belum, tadi Ofi telpon ya..?? maaf gak keangkat..

oh, gx bang tadi kepencet

Yang ada dalam pikiranku saat itu, (perasaan tadi belum sempat tersambung, tapi kok masuk ya telponnya)

|ohh gitu, Ofi belum tidur?

belum, Ofi belum bisa tidur

|| terus ngapain aja dari tadi

hmmm….

Kata – kataku terputus oleh pikiranku

|| ofi..?? kok diem..??

suara dengan nada lembutnya menyadarkan ku dari fikiran ku.

Ah, ya Abang, maaf Ofi ngelamun,

||kenapa? Ngelamunin apa?

gak papa kok, tadi Abang tanya apa ya?

||tadi Abang tanya, ngapain aja Ofi dari tadi kok belum tidur?

oh itu. hmmmm..

Ofi, Ofi lagi dengerin call recording kita
hehehe.. (nyengir kayak orang bego)

||oh Ofi masih nyimpen?

ya ini masih.

Lanjut dengan obrolan-obrolan kecil, yang tanpa aku sadari ternyata dia masih ingat dengan kebiasaan-kebiasaan kecilku, tingkah-tingkah konyolku, kesukaanku, dan semua tentang aku dia masih sangat jelas menceritakan itu semua. Ya, mungkin perjalanan selama tiga tahun membuat aku dan dia sangat-sangat mengenal satu sama lain, karena selama tiga tahun itu tidak ada hal yang benar-benar serius untuk membuat kita bertengkar, bahkan paling lama kita bertengkar hanya lima menit saja.

Tapi ya sudahlah itu semua adalah masa lalu walau kini takdir berkata lain, tapi aku selalu berdo'a bahwa engkaulah yang akan menjadi masa depanku, yang akan menemaniku di dunia dan di akhirat. Tidak terasa sudah satu jam setengah kita bercerita, tertawa, memberi motivasi satu sama lain, bahkan kamu tidak lupa untuk menyemangatiku, dan kita sepakat untuk mengakhiri pembicaran kita malam itu. Sebelum telpon mati, seperti kebiasaan kita dulu mengucapkan kata-kata sebelum tidur.

selamat malam

selamat istirahat

oyasuminasai

assalamu'alaikum wr,wb

Lalu karena dia yang menelpon jadi saya yang harus mematikan telponnya, ya, seperti itulah dulu perjanjian kita, perjanjian yang sepele, tampak konyol mungkin bagi orang lain, tapi itu sangat berarti bagiku sampai Tuhan menjawab siapa masa depan ku nanti.

Andai kamu tau, posisimu di hati ini tidak pernah bergeser sedikit pun, terkadang aku berpikir bahwa kamulah penyemangatku, pengobat rinduku, pengobat jenuhku, mendengar suaramu saja bisa membuatku selalu tersenyum, aku bisa lupa sama semua masalah-masalah hidupku, bahkan kadang kamu bisa jadi pengobat kantukku, dan juga bisa jadi obat tidurku.

Kamu,

penyemangatku,

kamu,

duniaku.

You are my everything.