Lebih baik diam,daripada banyak bicara !

Kalimat bijak tersebut memang layak untuk kita terapkan di kala diri kita sudah mulai terlalu banyak bicara namun tak memiliki etika yang sebenarnya.Ungkapan tersebut juga harus jadi pegangan di saat kita mulai kehilangan makna arti dari berbicara yang sebenarnya.

Tak ada larangan dan bukan sebuah pelanggaran jika kita banyak bicara.Namun jika hanya sebuah basa basi tanpa arti,buat apa kita menguras energi kita hanya untuk bicara yang justru bisa menjadi duri bagi mereka yang mendengar kata-kata kita. Apalagi,kita banyak bicara hanya untuk sekedar memperlihatkan diri kita hebat tanpa bukti nyata. Sungguh benar-benar tak beretika dan tak bermakna.

Sama halnya dengan berbicara untuk meminta pendapat orang lain,sah dan sangat dianjurkan ,jika memang kita merasa butuh masukan ide dari orang lain.Tapi, jika kita hanya meminta pendapat orang lain hanya untuk sebuah basa basi semu dengan ke egoan diri kita.Sudahlah,berhenti saja untuk banyak bicara. Percuma jika kita terlalu banyak meminta pendapat dari orang lain, jika semua itu hanya untuk menunjukkan diri kita bisa namun tak tanpa bukti nyata yang sebenarnya.

Mari, mulai saat ini kita harus lebih intropeksi diri ini.Apakah kita selama ini termasuk bagian dari orang yang selalu meminta pendapat namun selalu mengabaikan karena keegoan diria.Ataukah kita harus bayak bicara ,berbicara banyak dengan sejuta karya.Semuanya ada di tangan kita.

Advertisement

Jangan sampai kita terlalu banyak bicara agar kita tak dicap menjadi sosok yang srig di sebut dengan istilah tong kosong yaring bunyinya.

Karena menulis lebih baik daripada banyak bicara