“Dong Ayok” adalah salah satu kalimat ajakan yang digunakan masyarakat Lombok. Yes, yes, yes! Sedikit jauh aku melangkahkan kaki meninggalkan rumah, menuju Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat. Perjalanan yang terbesit hanya sekilas dalam angan, terjadi juga. Mempersiapkan diri untuk tersesat, kulit yang akan semakin hitam, mata yang akan disegarkan oleh alam dan menjalin pertemanan dengan masyarakat setempat 🙂

Teman dalam perjalanan seru ini adalah Inggar, sahabat mungilku yang selalu khawatir dan berkata, “Apa kita akan baik-baik saja?”.

Dan dengan mudahnya aku selalu menjawab, “Jangan mengkhawatirkan apa yang belum terjadi.” Gila kan?

Pertama tiba di Bandara Internasional Lombok, kita masih saja saling heran dan kembali mempertanyakan, “Ini benar kita di Lombok?” Lucu saja sih, kita berdua seakan masih tidak percaya berhasil keluar dari Pulau Jawa yang menyesakkan itu. Tujuan pertama kita setelah tiba di Kota Mataram adalah Museum Negeri Nusa Tenggara Barat 🙂

Sesuai dengan namanya, Museum ini adalah Museum Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat. Museum ini mengoleksi kurang lebih 7.698 benda yang berkaitan dengan kesenian tradisional Lombok dan Sumbawa serta subjek terkait seperti geologi, arkeologi, arsitektur, biologi dan lain-lain. Museum ini memiliki dua ruang pameran tetap.

Advertisement

Pameran tetap merupakan salah satu jenis pameran yang ada di museum selain pameran khusus. Pameran ini merupakan akumulasi dari kegiatan pengelolaan koleksi di museum. Pameran tetap diselenggarakan dalam jangka waktu dua sampai dengan empat tahun. Akan tetapi, apabila sudah tidak sesuai dengan kebutuhan publik (public oriented), maka akan dilakukan renovasi tata pameran yang meliputi story line dan koleksinya. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat memiliki ruang pameran tetap sdengan luas 1.240 m2.

Ruang Pameran tetap I seluas 240 m2, difungsikan sebagai tempat penyajian koleksi dari jenis koleksi geologika dan biologika. Ruang Pameran Tetap II seluas 1.000 m2, difungsikan sebagai tempat penyajian benda-benda budayam seperti koleksi etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, teknologika, serta seni rupa.

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat terletak di Jln. Panji Tilar Negara No. 6, Mataram, NTB. HTM Rp 2.000,- per orang. Dengan jam kunjung setiap hari Selasa-Kamis Pkl. 08.00-16.00 WITA, Jumat Pkl. 08.00-17.00 WITA, Sabtu-Minggu Pkl. 08.00-16.00 WITA hari Senin dan Libur Nasional TUTUP.

Informasi Selengkapnya: https://www.museumntb.com