Dear All,

Siapa yang sudah pernah donor darah? jawaban kalian pasti beragam, ada yang sudah pernah ada yang belum. Dalam dunia medis orang yang mendonorkan darah di sebut Pendonor, sedangkan yang menerima transfusi darah disebut dengan Recipien. Buat pendonor pemula dan berkeinginan untuk mendonorkan darahnya, berikut beberapa ulasan donor darah berdasarkan pengalaman penulis.

1. Mengisi Formulir Pendaftaran untuk Donor Darah

Sebelum melakukan donor darah, pertama kali para pendonor diwajibkan mengisi formulir pendaftaran yang berisi identitas dan riwayat penyakit yang pernah di derita sebelumnya. Setelah mengisi formulir selanjutnya tinggal menunggu antrian. Jangan heran ya readers jika antriannya cukup panjang. Sembari menunggu antrian alangkah baiknya memperbanyak minum air putih, agar darah yang diambil nanti lancar dan tidak tersendat. Ibu hamil dan wanita yang sedang menstruasi tidak diperbolehkan donor darah.

2. Menentukan Berat Badan Ideal untuk Pendonor

Advertisement

Bagi pendonor diwajibkan mengetahui ukuran berat badannya, karena ada berat badan minimal bagi pendonor. Adapun berat Badan minimal pendonor saat ini adalah 50 kg, maklum darah yang akan diambil sebanyak 350 cc. Lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 250 cc. (peraturan terbaru)

3. Menentukan Tekanan Darah Pendonor

Jika Berat badan sudah mencukupi maka tahapan selanjutnya adalah mengetahui tekanan darah pendonor. Tekanan darah merupakan seberapa kuat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Adapun normal tekanan darah pendonor rentang usia 20-45 tahun sebesar 120/80 mmHg. Jika hasilnya lebih rendah atau lebih tinggi dari tekanan darah normal, pendonor tidak bisa melakukan donor darah.

4. Menentukan Tingkat HB dan Golongan Darah Pendonor

Tahapan keempat jika tekanan darah sudah normal adalah menentukan tingkat HB (hemoglobin) pendonor. Disini pendonor akan di ambil sempel darahnya sedikit untuk menentukan tingkat HB dan golongan darah. Jari tangan hanya akan di suntik dengan alat tertentu untuk mengambil sempel darah. Tenang, rasanya seperti digigit semut dan tidak sesakit yang dibayangkan. Setelah diambil sempel darah, maka kita tinggal menunggu hasil laboratorium untuk HB normal dan jenis golongan darahnya.

5. Melakukan Transfusi Darah/Donor Darah

Setelah hasil laboratorium menyatakan bahwa HB pendonor normal, maka tahapan selanjutnya adalah diambil darahnya sebesar 350 cc melalui pembuluh vena tangan kita. Bagi kalian yang takut jarum, diharap jangan lihat yah. Tapi tenang ketika jarum sudah menempel pada pembuluh darah vena, darah akan mengalir dengan sendirinya. Setelah terisi penuh maka darah hasil donor tersebut akan di tes ulang apakah ada penyakit tertentu seperti jantung, kanker, diabetes, dll. Maklum darah hasil donor haruslah benar benar bebas penyakit, hal ini digunakan untuk mengurangi pengaruh darah yang akan diberikan kepada recipien.

7. Minum Vitamin dan Makanan Bergizi

Jangan bersedih ya setelah diambil darah, kita akan diberi vitamin, susu, dan makanan bergizi untuk menggantikan darah yang telah diambil.

Donor darah dapat dilakukan selama 3 bulan sekali. Selain itu donor darah mempunyai banyak manfaat yang baik bagi tubuh kita. Jadi jangan takut untuk melakukan donor darah. Satu tetes darah kita menolong jutaan nyawa saudara kita.