Pada tahun 2013 lalu, dalam suatu kesempatan untuk menghadiri training di Thailand, saya menyempatkan diri berjalan-jalan di Lumpini Park di kota Bangkok. Taman ini berukuran sangat luas, rapi dan bersih. Selain turis, juga terdapat penduduk lokal berlalu lalang. Sebagian ada yang berolahraga bersama, sebagian lagi hanya sekedar melintas.

Ada satu kejadian menarik di sore itu, yakni ketika mendadak seluruh pengunjung taman, khususnya penduduk lokal berdiri mematung. Saya dan dua orang teman saya agak heran dengan apa yang sedang terjadi. Setelah berusaha mengamati lebih cermat, ternyata saat itu sedang diputar lagu kebangsaan Thailand melalui pengeras suara yang ada di taman.

Seketika itu juga saya mengikuti tindakan mereka, saya dan teman-teman saya berusaha menghormati etika yang berlaku. Meskipun beberapa turis tampak senyum-senyum melihat hal ini.

Kejadian yang sama juga berlangsung ketika saya sedang berjalan menuju stasiun MRT beberapa hari setelah pengalaman di Lumpini Park, ketika lagu nasional diperdengarkan, semua orang berdiam diri. Saat itu saya segera menghentikan langkah saya, ikut berdiam diri sampai lagu selesai diputar. Beberapa turis tampak tetap melintas, mereka sepertinya tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

Menurut teman saya yang warga negara Thailand, memang ada semacam peraturan, bahwa warga Thailand harus bersikap hormat ketika diperdengarkan lagu kebangsaan mereka. Lagu ini diperdengarkan setiap pukul jam 8 pagi dan jam 6 sore di tempat-tempat umum. Warga yang tidak berdiri diam, akan ditegur oleh warga lainnya (setelah lagu selseai diperdengarkan). Sementara untuk turis asing, biasanya masih dimaklumi .

Advertisement

Meskipun bagi turis asing ada semacam pengecualian, saya tidak keberatan melakukan tindakan seperti yang dilakukan warga Thailand. Apalagi wajah orang Indonesia dan Thailand agak mirip, kalau sampai disangka saya sebagai orang Thailand yang tidak tahu aturan dan ditegur pasti akan memalukan.

Selain lagu nasional, ada satu hal lagi yang sangat dihormati oleh rakyat Thailand, yakni Raja mereka. Peraturan mengenai Raja sangatlah ketat, dan berlaku bagi siapa saja yang ada di wilayah Thailand. Penghinaan terhadap Raja bisa diganjar hukuman penjara. Maka dari itu ketika berada di Thailand kita tidak boleh membicarakan sesuatu yang buruk mengenai Raja ataupun Kerajaan.

Informasi mengenai Raja Thailand pun agak tertutup saat dicari melalui internet (wikipedia), ketika berada di Thailand, tetapi saat berada di luar Thailand, informasi tersebut kembali bisa diakses. Hal ini sepertinya untuk mencegah beredarnya informasi yang kurang baik mengenai Raja. Figur Raja sangat dicintai dan dihargai. Gambar Raja tidak boleh dirusak ataupun diinjak. Candaan mengenai Raja juga bisa menyinggung warga Thailand, karena dianggap menghina Raja.

Bila dicermati, nama-nama jalan dan bangunan ternama banyak diantaranya yang merupakan nama dari Raja terdahulu. Foto-foto Raja juga bisa dijumpai pada sebagian besar toko yang ada di Thailand.

Uang yang memiliki gambar Raja, ketika jatuh ke tanah, tidak boleh diinjak, tetapi harus dipungut dengan tangan. Mencoret-coret gambar Raja bisa dikenai hukuman penjara, dan ini pernah terjadi. Oliver Jufer seorang warganegara Swiss, pada tahun 2007 merusak gambar Raja ketika ia sedang mabuk. Akibat tindakannya, ia diganjar hukuman sepuluh tahun penjara. Beruntung, karena kebaikan hati Raja, ia diampuni langsung oleh Raja hanya satu bulan setelah hukuman dijatuhkan.

Satu hal lagi yang berkaitan dengan peraturan mengenai Raja adalah pemutaran King Anthem (Lagu mengenai Raja) sebelum pemutaran film bioskop dimulai. Saat itu seluruh penonton diharuskan untuk berdiri sebagai tanda hormat.

Bagi saya ini merupakan kekayaan budaya yang menambah pengalaman ketika berjalan-jalan ke luar negeri. Saya menghargai budaya dan etika mereka. Bukan tanpa alasan mereka mencintai Raja dan Negara mereka. Karena Raja sendiri merupakan figur yang bijaksana dan terkenal murah hati. Dalam beberapa kesempatan, ketika Raja bersabda, keributan politik akan selesai saat itu juga.

Kunjungan ke negara lain bisa diandaikan seperti kita bertamu ke rumah orang. Mungkin ada aturan yang tidak pernah kita hadapi, namun kita harus menghormatinya. Ketika kita menghargai tuan rumah, mereka pun akan menghargai kita.

Semoga tulisan ini dapat menambah informasi bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Thailand.

Jangan lupa share ke teman-temanmu supaya mereka juga mengetahui hal ini !

sumber tulisan :

pengalaman pribadi, tripadvisor, wikipedia, wikitravel

(selain dua hal ini tentunya ada hal-hal lain yang juga perlu dihormati di Thailand, namun sebagian besar bersifat umum dan sudah banyak diketahui seperti berpakaian sopan saat berada di kuil atau tidak memungut batu yang ada di tempat bersejarah)