“ waktu semakin kencang membawa setiap hari ku, membawa kenangan masa lalu, membawa luka yang pernah ada, membawa tawa yang pernah tercipta, serta membawa tangis yang sempat ada”

Heii lelaki yang akan menemani masa tua ku nanti, sedang apa kamu?, bagaimana kabar mu?

Aku yakin sekarang kau masih sibuk dengan rutinitas mu, bekerja sekuat tenaga untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk kehidupan yang lebih baik, tak lagi kau pedulikan tetesan keringat yang membasahi wajah mu, mengalir mengikuti pola wajah sampai membasahi baju, bahkan kau tak tau lagi ketika matahari bertukar tempat dengan bulan, kau hanya sibuk dengan rutinitas mu, sampai-sampai kau tak lagi punya waktu untuk sekedar ngopi bersama dengan teman-teman mu.

Dan aku yakin aku pun belum terlintas dipikiran mu, kau bahkan tidak sempat untuk memikirkan siapa wanita yang akan mendampingi mu nanti, yang akan jadi teman tua mu, yang akan ada disamping mu ketika kamu terbangun di tengah malam.

Hei…

Advertisement

Aku memang belum tau siapa kamu, bagaimana kamu, dimana kamu berada, tapi yang akau tau “kamu ada”. Yakin lah meski waktu belum sempat mempertemukan kita, “aku akan menunggu mu”..

Kadang di penghujung senja aku bertanya pada diri ku sendiri, siapa kamu??,

Apakah kita sudah saling mengenal sebelumnya?, apakah kamu teman kecil ku?, atau…. teman di masa kuliah ku?, atau… orang yang pernah diam-diam menyukai ku?, atau…. seseorang yang datang dari masa lalu ku?

Pertanyaan itu selalu saja terlintas di pikiran ku, datang dengan tiba-tiba membawa hayalan kehidupan yang sudah aku rancang untuk kita..hsssss lepas, buyar, sesaat ketika aku menghela napas.

Ingin aku ceritakan sedikit bagaimana rancangan ku untuk kehidupan kita nantinya??, baik lah aku akan menceritakan nya..

Jika nanti kita sudah bertemu, aku ingin segera kau mengajak ku ke penghulu, mengucapkan akad nikah yang akan membuat hubungan kita menjadi halal, hingga kau leluasa menjejali setiap inci lekuk tubuh ku, tak perlu pesta yang meriah, cukup aku, kamu, keluarga besar, dan sahabat terdekat yang menyaksikan kita, tapi jangan lupa aku juga ingin memakai sunting warna emas seperti wanita lainnya dan di arak keliling kampung di dampingi sanak saudara kita sembari di iringi musik talempong… haiiiih, jangan menatap ku seperti itu, kita di arak keliling kampung bukan karna berbuat salah jadi tak usah malu, kita di arak karena memang begitu tradisi di tanah kelahiran ku, mengikuti adat di tanah kelahiran ku tak apa kan?, nanti di tanah kelahiran mu aku juga akan mengikuti adat perkawinan yang sudah ada sejak dulu, jadi tak perlu malu..ok?

Dan aku ingin punya banyak bayi-bayi mungil bersama mu, tangisan mereka yang akan menjadi alunan musik yang akan kita dengar tiap hari, bahkan yang akan membuat terjaga ketika di pertengahan malam, aku ingin membesarkan mereka bersama mu, kita tak perlu rumah besar, ataupun mewah cukup kita punya rumah sederhana dan kita akan membuat rumah sederhana itu menjadi rumah paling mewah dengan kebahagian kita dan anak-anak kita nanti..

Pendidikan mereka, dan bahkan sampai bagaimana pernikahan mereka nanti aku sudah mencoba untuk membayangkan, haiiiiss,, mata mu seperti mau loncat membaca tulisan ku ini, itu Cuma hayalan ku saja, toh kita tak akan tau bagaimana kehidupan kedepannya..jangan terlalu dipikirkan.

Untuk mu, jangan terlalu lama buat aku menunggu, saat ini bukannya aku terburu-buru tapi aku hanya ingin kamu sedikit memberikan tanda dimana keberadaan mu, aku hanya akan melihat mu dari kejauhan, menunggu sampai waktu kita untuk bersama datang..

Jadi, tetap lah sehat, tetap lah bahagia, tetaplah berusaha, dan tetap lah berdoa agar kita di pertemukan..

Aku hanya ingin mengatakan bahwa “aku ada, aku benar-benar ada”