Untukmu temanku, tak pernahkah kau berfikir untuk peduli padaku, ingat kan dulu kita waktu akrab, bercanda bareng, tapi mengapa dirimu sekarang, berubah layaknya hantu menyeramkan.

1. Ajakanmu Dulu, Serasa Serius Dan Seperti Meyakinkanku.

Awal itu kau berkunjung dirumah teman dekatmu, kita bertemu disitu, dengan saling menyapa. Kau mengatakan

“Hai, Kenapa kamu disini?”. Serasa kujawab: “Oh ya..aku memang disini.

Saat itu pula, kau menunjukkan kegembiraanmu kepadaku. Aku serasa senang jika seperti itu. Itulah awal kita lebih akrab.

2. Pertemuan Itu, Kau Memberikan Kabar Gembira Padaku Dan Membantuku.

“Hai..Kamu katanya ingin keluar dari sini?” Aku menjawab: Ya! Aku ingin sekali, mengapa kau bisa tau??.

Advertisement

Disitulah kami bercerita banyak dan sambil bercengkrama. Kau berikan aku nomor handphone.mu yang aktif, dan kami pun saling bertanya-tanya.

3. Satu Bulan Kemudian, Aku Memutuskan Untuk ikut bersamamu.

Seperti selayaknya teman lain, kita melakukan apapun bersama-sama, membersihkan kamar dan lain sebagainya. Tapi entah apa salahku?. Sifatmu berubah, Aku sendiri tak mengerti.

4. Aku Tak Mengerti, Mengapa Engkau Berubah.

Aku merenungkan hal ini sendiri saat dia tidak ada. Aku selalu bertanya-tanya didalam hati, “Mengapa kau seperti itu?” Setiap malam pun aku tidak bisa tidur nyenyak, kadang kau pergi entah memberi kabarpun, begitu banyak sms.ku untukmu. Tapi kau tak membalas, kau berubah, kau sinis, cuek, entahlah..aku sedih dengan sendirinya.

5. Perubahanmu Membuatku Berfikir Lebih Peka.

Sampai sekarangpun, Aku tidak berani mengatakan hal itu didepanmu. Bertemu pun aku merasa takut. Jujur saja wajahmu kelihatan seperti hantu yang menyeramkan dan selalu bikin aku kaget.

“Sampai kapan kamu seperti ini??” , Sebenarnya apa juga yang kau inginkan??”, Apakah aku punya salah?” Apakah kau iri padaku?” dalambenakku.

6. Libur, Hal Ini Yang Aku Tunggu-tunggu.

Beberapa hari kita tidak bertemu, “

Apa yang kau lakukan disana teman?”. Apakah kau masih ingat aku?”.

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang selalu ingin aku ungkapkan kepadamu. Tak lama setelah liburan hampir selesai, aku mencoba sms kamu dengan baik baik, dengan nada yang sopan dan justru itu kau tak membalas. Aku begitu sedih dan jengkel juga kepadamu.

7. Dan Sampai Detik Ini Kau Masih Bersifat Aneh Kepadaku.

Aku merenungkan sampai beberapa bulan lamanya ini. Hingga aku tak mengerti dengan dirimu. Aku capek, capek hati, capek fikiran. Aku kan tetap bersikap sopan dan ramah kepadamu, hingga sampai kapan. Aku juga tidak mengerti. Aku akan tetap sabar menghadapi ini semua. Mungkin ini ujian dari tuhan yang diberikkan untukku, karena aku sendiri juga yakin. “masalah bukan untuk ditakuti tapi dihadapi”. Terimakasih untuk dirimu yang telah membuatku menjadi lebih peka terhadap keadaan sekitar dan yang lain.