Aku masih ingat. Hanya dengan melihatmu saja sudah seperti melihat indahnya dunia. Senyuman manis yang kau pamerkan setiap hari sangat mampu menyejukkan hati, membangkitkan semangat di pagi hari. Suaramu yang biasa saja bahkan terdengar istimewa di telinga, menyebabkan getaran gugup di dinding hati. Semua orang yang pernah jatuh cinta pasti pernah merasakannya juga.

Tak ada cerita cinta yang lebih indah dari cerita cinta yang berbalas. Dua insan yang saling jatuh dalam pelukan cinta

Namun, mungkin semua itu tak berlaku bagi kita. Karena kenyataan yang aku terima hampir selalu berbanding terbalik dengan harapanku. Harapan-harapan yang aku rajut sejak aku mulai mengenalmu sampai aku memilikimu setelah sekian lama menunggu, harus menguap begitu saja. Rupanya kisah cinta negeri dongeng yang aku dambakan sepertinya tak pernah terjadi di dunia nyata. Entah apa sebabnya kamu memilih mengakhiri semuanya.

Kau menghilang dari hidupku, kau pergi dari duniaku tanpa pamit. Membuat hancur hatiku hingga dengan paksa aku harus membunuh perasaanku sendiri, melenyapkan segala kenangan, dan menyingkirkan semua harapan indah. Kepergianmu hanya menyisakan luka. Luka yang dalam. Aku tak tahu harus bagaimana.

Aku seperti kehilangan arah. Seperti kapal yang terombang-ambing di tengah samudra tanpa adanya nahkoda. Hingga akhirnya terdampar di daratan yang asing

Advertisement

Iya, semenjak saat itu hari-hariku terasa asing tanpa hadirmu. Tanpa sapamu saat matahari masih malu-malu muncul ketika ku baru membuka mata, saat kita tenggelam dalam kesibukan disiang yang terik, maupun sesaat sebelum kita terlelap dalam belaian malam karena letih seharian. Tanpamu hari-hari terasa hampa, berat, dan suram. Semua terlihat abu-abu. Aku benci ini.

Dalam keheningan malam, kerinduan selalu menyergap hatiku tanpa permisi. Memaksaku memutar kembali kenangan yang telah lama terpendam. Yang dulu terasa manis, indah tanpa cela kini berubah pahit dan selalu berhasil membuat air mataku meleleh.

Kuakui aku merindukanmu. Rindu yang tak pernah sampai, yang tak pernah terucap

Perihnya menusuk jantung, menyesakkan dada. Aku hanya bisa memandangi sosokmu dalam dunia maya, memperhatikanmu dari kejauhan. Aku hanya mampu mengucap rindu dalam do'a. Kupintakan pada Sang Pemilik semesta, agar kau dan keluargamu selalu dalam kebaikan-Nya.

Sekuat apapun aku menghindar, sejauh apapun aku berlari pada akhirnya aku selalu kembali ditempat yang sama. Dimana semua ini bermula.

Bagaimanapun ujung ceritanya nanti, kau akan tetap tersimpan dalam satu kotak di sudut hati.