Seringkali kita mendengar tentang hewan dalam kehidupan sehari-hari yang dianggap sebagai lambang kesetiaan, sebut saja burung merpati. Namun ternyata masih ada satu lagi hewan yang dianggap sebagai lambang kesetiaan, dia adalah buaya. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa buaya dijadikan sebagai lambang kesetiaan?

Sebagaimana diketahui selama ini dimasyarakat, 'buaya' selalu diidentikan dengan hewan yang tidak setia. Seringkali kita mendengar istilah lelaki buaya darat, image lelaki yang sering berganti-ganti pasangan selalu dikaitkan dengan buaya. Bahkan sebutan untuk seseorang lelaki playboy identik dengan sebutan 'buaya'.

Tahukah sebenarnya jika sebenarnya buaya adalah hewan yang setia. Konon, 'buaya' hanya memiliki pasangan satu seumur hidupnya. Itulah kenapa dalam tradisi masyarakat betawi 'buaya' dijadikan sebagai lambang kesetiaan. Hal ini dapat terlihat dalam penggunaan roti buaya yang digunakan sebagai hantaran atau seserahan wajib dalam pernikahan.

Makna dari penggunaan roti buaya sendiri dimaksudkan sebagai lambang agar pasangan yang akan menikah nanti akan menjadi pasangan setia seumur hidupnya. Selain itu, buaya termasuk hewan perkasa yang hidup di dua alam. Hal ini juga bisa dijadikan lambang dari harapan, agar kelak rumah tangga yang dijalaninya menjadi keluarga yang tangguh dan mampu bertahan dalam keadaan apapun.

Buaya dijadikan sebagai simbol kesetiaan yang diwujudkan dalam bentuk roti, yang ternyata bagi masyarakat betawi, memiliki arti khusus yaitu sebagai imbol kemapanan ekonomi.

Advertisement

Dengan maksud, selain bisa saling setia, pasangan yang menikah juga memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa hidup mapan.

Demikian tadi sekilas fakta tentang buaya yang melekat dengan image lelaki yang tidak setia atau playboy. Setelah tahu faktanya semoga nggak ada lagi yah yang menyebut istilah playboy dengan buaya darat. Kasian atuh buayanya, hehehe…