Kali ini saya membahas mengenai fase kehidupan. Fase dimana setiap manusia akan melaluinya, dengan sendirinya, alamiah. Mungkin semua sudah tahu, bahwa kita, sebagai manusia akan memiliki fase, melewati fase, yang tidak bisa dipercepat ataupun diperlambat, walau terkadang banyak manusia yang ingin mempercepat, atau bahkan memperlambat fase mereka, ketika mereka menikmati fase-fase tersebut.

Didalam rahim, keluar, menjadi bayi, menjadi balita, anak, remaja awal, remaja akhir, dewasa awal, dewasa akhir, manula. Fase-fase kehidupan yang akan dilewati oleh kita-kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Banyak yang bilang bahwa menjadi bayi itu menyenangkan, enak, bahagia, tidak tahu beban hidup, tidak merasakan penderitaan, tidak tahu yang namanya dosa dan lain sebagainya. Ketika saya mendengar kata-kata seperti itu, saya berfikir tidak sama. Mengapa? karena bayi juga belum tentu menikmatio dirinya sebagai bayi. Susah untuk berbicara, tidak bisa mengekspresikan apapun dengan kata-kata, hanya bisa menangis untuk memberikan sebuah tanda.

Anak-anak. Ada yang berkata bahwa menjadi anak-anak juga menyenangkan, taunya hanya bermain, tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah, tidak perlu membantu ibu, hanya melakukan pekerjaan santai saja seperti makan, minum, bermain sampai puas, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Begitu juga lanjutnya fase akan berjalan, setelah menjadi anak-anak, remaja, dewasa, dan pada akhirnya semua manusia akan menua, dan lelah.

Remaja-Dewasa. Remaja dan dewasa adalah fase dimana kita mulai menemukan jati diri. Akan ada mereka yang menemukan jati diri dengan cepat, ada juga mereka yang masih belum menemukan jati diri mereka hingga dewasa. Masa-masa inilah dimana banyak para perempuan dan para lelaki melakukan banyak eksperimen untuk menemukan apa yang mereka inginkan. Pada masa ini, saya tidak memungkiri untuk diri saya sendiri, saya akan mencari tahu apapun yang saya mau, melakukan apapun yang saya inginkan, sampai pada akhirnya saya menemukan yang paling tepat dengan hidup saya. Ini juga yang saya perhatikan dengan para remaja-dewasa diluar sana. Ada yang semangat mencari jati diri, ada yang tidak dan pasrah menerima takdir hidup.

Pada masa seperti ini, banyak remaja-dewasa yang mengenyampingkan agama, maksud saya ialah tidak mengutamakan agama. Bukan berarti mereka tidak mematuhi ataupun tidak memiliki agama. Hanya saja mereka menikmati waktu, menikmati kehidupan mereka dengan bebas, karena mereka banyak yang merasa bahwa kesenangan mereka akan tidak pernah sejalan dengan yang namanya agama. Mereka menikmati segala bentuk kesukaan diri, tantangan diri, dan ego.

Advertisement

Beberapa dari mereka, akan ada yang berhasil menemukan jati diri, berhasil menemukan passion diri, dan tujuan atau arti hidup mereka yang sesungguhnya. Sisanya, mereka yang tidak tahu arah, tidak menemukan jati diri, tidak menemukan arti dan tujuan hidup, sehingga memperlakukan hidupnya selayaknya orang biasa yang menerima takdir tanpa berusaha. Hal-hal seperti itu yang sebenarnya sangat disayangkan sekali, ketika Tuhan memberikan waktu untukmu merubah hidup, namun kamu tak bisa dan tak berusaha. Sebab itulah seharusnya fase remaja-dewasa ini bisa selayaknya menjadi fase perubahan.

Manula. Manusia lanjut usia. Fase terakhir kehidupan, ketika semua manusia akan menjadi tua pada akhirnya. Jika saya bertanya kepada orang-orang diluar sana, jika tidak ada sebuah fase kehidupan, mereka akan memuilih untuk tetap muda, tetap berada di umur 17,18,19 tahun. Sebuah fase dewasa awal dimana kamu sudah bisa cukup matang dalam segalanya. Namun sayangnya tidak. Fase ini, fase dimana kita akan merasa cepat lelah, cepat capek, cepat duduk, tidak tahan berlari dan berdiri. Fase dimana mannusia merasa hidup mereka akan berakhir, dan fase dimana para lansia berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Tuhan.

Saya tidak pungkiri, bahwa sangat banyak lansia yang saya cermati, yang berlomba-lomba mendekatkan diri pada Tuhan, memuji dan menyembah Tuhan. karena mereka merasa pekerjaan mereka di dunia telah usai. Mereka telah berjuang semasa hidup, menikah bagi yang memiliki pasangan, dan beranak-cucu hingga banyak. Dimana fase mereka merasa sudah harus mendekatkan diri dengan Tuhan. dan memperbanyak ibadah dan amal. Mungkin sedikit aneh. Bahkan saya sendiri juga terkadang merasa aneh dan bertanya mengapa para lansia baru mendekatkan diri saat mereka sudah tua saja, kenapa tidak dari muda, namun pada akhirnya saya mengerti. Mengerti bahwa mereka merasa mereka sudah cukup mengabdi untuk kehidupan mereka, untuk orang-orang disekitar mereka, dan saatnya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, karena itulah fase terakhir sebuah kehidupan.