Akulah si penipu ulung, yang pandai menyamar lagi pandai berdusta. Kudustakan hatiku lewat senyum di penghujung pipiku. Bertingkah dengan apik seolah aku ini sedang bahagia, dengan terampil kulepas tawa yang terbahak lagi keras suaranya.

Akulah sang aktor dalam pentas kehidupanku. kulakukan semua tingkah dan kepribadianku bak opera lawak yang mengguncang tawa siapa pun yang melihatnya. Kutersenyum dengan elok dan melangkah bagai seorang tak memiliki masalah.

Aku bukanlah seseorang melankolis yang tak merasakan apa-apa namun menangis seakan hatiku ini teriris-iris dengan tipis.

Aku hanya tak lebih dari seorang aktor yang pandai berdusta menutupi realita kehidupan yang menyiksanya, tak akan kubiarkan seorang pun mengetahui dengan pasti, bahwa hatiku ini benar terasa sakit dan sungguh-sungguh terasa sepi. Bukannya aku tak bersyukur atas nikmat Tuhan ku. dan bukannya aku kufur atas karunia yg telah dilimpahkan-Nya padaku.

Namun aku mohon pada mu duhai Tuhan yang mencintaiku dengan tulus. Bantu lah aku menuju bahagiaku, telah penat hati ini menanggung beban seberat ini. Dan harus bagaimana lagi agar cinta ku ini datang dan mengisi, namun hanya sedetik pun dia tak mau menghampiri.

Advertisement

Aku lah si lemah sang penanggung derita cinta. Termakan hatinya oleh harapan yang dibuatnya sedemikian indahnya. Lalu luluh latah menimpa semua mimpi dan hajat yg telah ku bina di kala hati ini sedang indah-indahnya.

Dan inilah aku, sang penggerutu yang tak pernah tahu malu.