Hai pelipur laraku.

Jarak dan waktu yang kita lalui, belum terlalu lama aku mengenalmu, belum terlalu aku mengarungi jatuh hati kepadamu, dan belum terlalu lama rasa sayang ini mulai merekah, layaknya bunga yang layu lalu tumbuh akar yang baru,

Iya kamu, kamu yang membuatku hanyut dalam indahnya cinta, kamu yang membuat nyamannya hati bersamamu,

Saat aku mengalami patah dan kepunahan hati untuk yang kesekian kalinya, saat aku mengalami keterpurukan akan beberapa laki-laki yang berhasil mematahkan hatiku kembali, seperti tak mau aku mengulang hubungan baru seperti enggan membuka hati ini untu siapapun, aku memilih menutup diri, aku memilih sendiri, tapi kenyataanya memang pengalaman yang mengajarkanku, tapi aku selalu gagal menerapkan semua pengalaman yang ku lalui.

Kita bertemu dipertemukan oleh Tuhan, entah sebagai apa kamu nantinya di hatiku, pengalaman buruk yang sama, yang pernah kita lalui saat aku belum mengenalmu dan bahkan kau sempat menjadi milik orang lain, aku pun begitu, aku menjalin hubungan dengan beberapa lelaki, iya pernah sebagai friendzone, pernah sebagai bagian hidupku, bahkan pernah sabagai tunanganku.

Advertisement

Kamu pun sama menjalin hubungan yang sudah dekat bahkan rencana sudah kau janjikan, iya penghianatan itu yang membuatmu enggan membuka hatimu kembali.

Tapi apa daya Tuhan yang mempertemukan kita, Tuhan yang menyatukan kita, kita belajar dari pengalaman hidup, tukar fikiran denganmu membuatku seakan enggan untuk hanya sekedar berteman denganmu, tutur katamu yang membuatku lemah di hadapanmu, sikapmu yang membuatku menundukkan kepalaku, iya dari kepalaku yang keras seperti batu, entah tak dapat ku katakan.

Meniti perjalanan denganmu mengajarkanku untuk menikmati prosesnya, memberikan semangat yang tiada hentinya,

Apa yang kurasakan kali ini seperti aku sudah siap melangkah lebih jauh, hidup bersamamu, berjalan bersamamu, bahagia bersamamu karena di setiap kenyamanan yang kau berikan membuatku yakin akan dirimu, akan keseriusanmu, ku nikmati semua ini Tuhan, karena keyakinan hati tidak dapat membohongi pemiliknya.

Karena kamu pelipur lara dari semua kesedihanku.