Kenangan mengajarkan kita akan pentingnya sebuah kisah dalam kehidupan, dengan kenangan kita belajar arti memiliki, menyayangi, mencintai, melepaskan dan merelakan. sesuatu yang kita sebut kenangan bukanlah sesuatu yang harus kita lupakan. karena yang kutahu, kenangan mengajarkanku berbagai makna kehidupan, darinya kini aku dapat berdiri tegak menyongsong masa depan.

Hai masalalu, apa kabar dengan kisah seribu bangaumu? masihkah kau seperti dahulu? tersenyum ceria dengan sejuta impian yang kau rajut tuk masa depanmu. ingatkah kau kala dulu kita sering berbagi canda tawa dalam gejolak rasa yang menggebu. aku masih mengingat semua kisah kita kala itu, dari pertama kita bertemu hingga terucap janji untuk selalu bersama. kita sebut semuanya sebagai persahabatan antara dua insan manusia yang berbeda jenis kelamin. Namun semakin lama, persahabatan itu berubah menjadi cinta yang tak pernah kita sadari pada awalnya. kita sama-sama menepis bahwa perasaan itu hanyalah sebuah perasaan wajar diantara persahabatan manusia.

kita selalu bersama, bercanda, tertawa, menangis, bahkan sekedar menjaili anak-anak lainnya kita lalui bersama. ingatkah kau masalalu? ketika kita pulang sekolah bermain lomba lari, siapa paling cepat dia yang menang, dan selallu saja aku yang menang, aku tahu bahwa kecepatan larimu jauh lebih hebat dariku, hanya saja kau mengalah dariku hanya agar kau bisa menggendongku hingga sampai di depan rumah. kitapun sering diledek oleh teman-teman sekolah sebagai pasangan kekasih, namun kita berdua bersikap biasa saja, karena yang kita tahu kita adalah sepasang sahabat yang tak lekang oleh waktu.

Hai masalalu, aku tahu kau dulu menyimpan rasa padaku, aku tahu bahwa dulu kau pernah dihajar oleh kakak kelas yang menyukaiku, hanya agar kau bisa menjauhiku. saat aku lihat kau lewat didepan rumahku, dan kutanyakan apa yang terjadi denganmu, kau hanya menjawab bahwa kau baik-baik saja, kau sedikitpun tak mau menceritakan hal itu kepadaku. aku tahu kau cemburu padaku, saat aku mulai dekat dengan kakak kelas hingga perlahan kau mulai menjauhiku, kau mulai menghindar dan menjauh. entah apa yang terjadi, kau sudah tak pernah datang ke rumahku, bahkan saat kita tanpa sengaja bertemu, kau langsung pergi begitu saja. aku tak mengerti apa yang sebenarnya kau inginkan. hingga akhirnya aku pergi ke luar kota untuk melanjutkan studi ku, kau tetap sama. Namun aku sering mendapatkan kabar tentangmu dari kakakku, diapun berkata bahwa kau sering menanyakan keadaaanku dan dengan siapakah aku kini.

Aku tahu, kau masih menyimpan perasaan cinta itu di hatimu yang paling dalam, namun kau tetap saja tak mau mengungkapkannya. entah sampai kapan kau akan terus bersikap seperti itu, aku begitu kehilangan sosok sahabat yang selalu setia mendampingiku. Semakin lama kisah persahabatan ini kita rajut, namun semakin lama waktu kita lalui bersama, semakin lama pula perasaan cemburu bergejolak dalam jiwa itu. benarkah persahabatan itu kini berubah menjadi cinta.

Advertisement

Hai masalalu, masihkah kau berdiri di seberang sana dengan ego yang kau punya? tidakkah kau sekalipun ingin menyapaku, sahabat lamamu yang masih setia menantimu memangggil namaku dengan ucapan sahabat. Semoga kau baik-baik saja disana, suatu saat nanti, ketika aku kembali ke kota kelahiran kita, aku harap kau kembali menunjukkan senyum manismu itu kepadaku, aku harap kau kembali berbagi kisah hidupmu itu denganku, karena kau disini mempunyai berjuta kisah yang ingin aku bagikan denganmu.

Hai Sahabat masalaluku, tetaplah tersenyum melalui harimu, semoga harimu menjadi lebih indah dan bermakna.